Wolfgang Flottl dan Helmut Elsner, Skandal keuangan di Bank für Arbeit und Wirtschaft AG (BAWAG)

User Rating: / 15
PoorBest 
Dalam forex trading pasti kita pernah melakukan kesalahan dan menyebabkan kerugian kecil dan besar dalam Demo maupun Real Account. Kami perkenalkan kepada Anda mengenai dua orang yang menyebabkan kerugian bagi sebuah bank besar di Austria yaitu Bank für Arbeit und Wirtschaft AG (BAWAG). Kerugian tersebut disebabkan karena transaksi valas. Kedua orang tersebut adalah Wolfgang Flöttl dan Helmut Elsner. Total kerugian yang disebabkan oleh mereka adalah sebesar 1,4 milyar Euro (setara dengan $1,97 milyar saat ini - 2008). Peristiwa tersebut dikenal dengan skandal Refco.

Profil BAWAG
Bank für Arbeit und Wirtschaft adalah sebuah bank di Viena, Austria dengan misinya sebagai bank yang melayani Commercial banking, Investment banking, Private banking dan perlindungan asset nasabah. Berdiri tahun 1922 dan pada tanggal 1 Oktober 2005, bank ini merger dengan lembaga investasi Österreichische Postsparkasse (P.S.K.) dan namanya berubah menjadi "Bank für Arbeit und Wirtschaft und Österreichische Postsparkasse AG", disingkat menjadi BAWAG P.S.K. Sebenarnya saham mayoritas Österreichische Postsparkasse (P.S.K.) telah dikuasai oleh BAWAG. Tapi baru pada tahun 2005 merger terjadi.

BAWAG hampir bangkrut karena skandal Refco tahun 2005 dengan adanya piutang tak tertagih sebesar 425 juta, bilyet giro dan obligasi yang ditotal sebesar 1,4 milyar Euro karena transaksi Forex. Orang yang terkait adalah pihak internal yang bernama Wolfgang Flöttl dan Helmut Elsner.

Karena tidak mampu bertahan karena besarnya kerugian itu maka perusahaan investasi Amerika Cerberus Capital Management membeli BAWAG dengan dana sebesar 3,2 milyar poundsterling.
 
Profil Refco
Refco adalah sebuah perusahaan pialang berjangka yang termasuk didalamnya memperdagangkan forex, index dan komoditi. Didirikan pada tahun 1969 dengan nama  "Ray E. Friedman and Co." atau disingkat dengan Refco. Pada tahun 2005 volume transaksi Refco mencapai $ 4 milyar pada tahun 2005 dengan jumlah nasabah mencapai 200 ribu orang. Refco juga termasuk dalam daftar pialang di Chicago Mercantile Exchange

Skandal Wolfgang Flotti & Helmut Elsner
elsner.jpg
 
Skandal keuangan dimulai pada tanggal 10 Oktober 2005 dimana CEO(Chief Executive Officer) merangkap pemimpin Refco, Phillip R. Bennett menyembunyikan dana sebesar $430 juta tanpa  sepengetahuan investor dan auditor. Pada bulan April 2006 berkas kejahatan Bennett diketahui nasabah dari Bawag P.S.K. Group (anggota perusahaan investasi/ hedge fund Liberty Corner Capital Strategy, tempat Refco meminjam uang). Dapat disimpulkan Bennett meminjam uang kepada BAWAG. Bennett menyerahkan uang $430 juta ke perusahaan investasi Ross Capital.
 

flotll.jpg Wolfgang Flottl adalah seorang trader di Ross Capital yang mentradingkan dana Bennett yang sebesar $430 juta. Sebelum publik mengetahui penggelapan dana yang dilakukan Bennett, maka Bennett melakukan pinjaman uang lagi sebesar 350 juta Euro kepada BAWAG untuk menutup dana sebesar $430 juta. Pihak internal BAWAG yang menyetujui plafon pinjaman Bennett adalah Helmut Elsner. Masalah dimulai ketika investasi yang dilakukan Wolfgang merugi. Disinilah proses pelik terjadi. Akhirnya Bank Sentral Austria dan badan Financial Market Authority mengetahui ada sesuatu yang tidak beres tersebut dan menginvestigasi keterlibatan BAWAG dengan Refco.
 
Bennett akhirnya ditangkap dan diharuskan membayar seluruh hutangnya. Secara keseluruhan Bennett, Wolgang, dan Direktur Umum BAWAG Helmut Elsner ditangkap pihak berwajib. 

Karena melakukan tindakan spekulasi dan penipuan yang merugikan bank BAWAG (bank terbesar ke-4 di Austria), pada akhirnya (bersumber dari AustriaTimes) Helmut Elsner dan Wolfgang Flotti masing-masing dituntut selama 9.5 tahun dan 2.5 tahun penjara.

Skandal bank BAWAG ini pada akhirnya membawa total 9 orang dituntut masuk ke dalam tahanan. Adapun kerugian besar yang dialami BAWAG berakibat dijualnya perusahaan ini ke Cerberus Capital Management LP di tahun 2007.

Berikut ini kesalahan yang dibuat oleh Elsner yang mengakibatkan hukuman penjaranya cukup berat:
1.    Helmut Elsner meminjamkan dana bank kepada US futures Refco Inc yang pada saat itu berada dalam masa kebangkrutan.
2.    Helmut Elsner juga didakwa bersalah telah meminjamkan uang kepada Wolfgang Flotti karena peminjaman ini didasarkan pada resiko dan tanpa pertanggungjawaban. Lebih dari itu, Elsner juga tidak melaporkan jumlah dana yang dipinjamkan setelah dana yang dipinjamkan itu habis karena tindakan spekulasi. Ia juga bersalah karena telah menerima bonus dan tunjangan pensiun yang tidak seharusnya diterima apabila sejak awal ia telah mengakibatkan kerugian yang cukup besar.

Sedangkan untuk Wolfgang Flotti tidak dijelaskan secara terperinci tindakan yang dilakukannya. Namun, sebagai hedge fund manager, ia dituntut atas tindakan penggunaan dana yang tidak semestinya, penipuan, dan kecurangan dalam pelaporan.

Namun, terlepas dari semua itu, menurut AustrianTimes, Wolfgang Flotti dan Helmut Elsner masih memiliki hak untuk meminta tinjauan kembali untuk kasus mereka.


Belajarforex Says

Sepandai pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Ingin mendapat uang dari investasi malah merugi dua kali. Hal ini disebabkan karena modal investasi yang disetor adalah uang pinjaman bank didapat dari cara yang tidak sah (ilegal). Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk berhati-hati dalam bertrading Forex. Jangan gunakan uang pinjaman dari kerabat, teman dekat atau bahkan dari bank untuk dijadikan modal trading Anda, banyak yang mencoba melakukannya dan mengalami kegagalan bahkan berakhir di penjara. Selalu gunakan dana investasi yang sudah disiapkan, dalam arti, siap jika sewaktu-waktu mengalami kerugian.

Link
http://en.wikipedia.org/wiki/Refco
http://en.wikipedia.org/wiki/BAWAG
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_trading_losses
 

Add comment

Fasilitas ini disediakan untuk komunikasi dengan bahasa yang sopan. Tidak diizinkan melakukan aktifitas iklan, promosi, penghinaan, pencemaran nama baik, hal berkaitan sara. Pelanggaran akan dikenai sanksi tegas.


Security code
Refresh

belajarforex.com