Sebagai contoh, saat dollar menguat, harga-harga impor cenderung
tertekan turun. Jika sebuah produk Jepang berharga 500 yen dan
kurs
saat itu satu dollar sama dengan 100 yen, harga produk tersebut dalam
dollar sama dengan $5. Jika dollar menguat ke level 120 terhadap yen,
maka harga produk tersebut akan turun menjadi $4.17. Meski demikian,
saat dollar menguat, daya saing ekspor Amerika juga akan berkurang dan
karenanya harga-harga ekpor juga akan tertekan turun karenanya. Para
pakar ekonomi cenderung lebih memperhatikan data harga-harga impor yang
tidak menghitung komponen minyak (Import Prices – Excl. Oil) dan
harga-harga ekspor yang tidak menghitung sektor pertanian (Export
Prices – Excl. Agricultural). Kedua komponen tersebut dinilai terlalu
fluktuatif, mudah naik atau turun tanpa ada hubungannya dengan kurs.
kurs
saat itu satu dollar sama dengan 100 yen, harga produk tersebut dalam
dollar sama dengan $5. Jika dollar menguat ke level 120 terhadap yen,
maka harga produk tersebut akan turun menjadi $4.17. Meski demikian,
saat dollar menguat, daya saing ekspor Amerika juga akan berkurang dan
karenanya harga-harga ekpor juga akan tertekan turun karenanya. Para
pakar ekonomi cenderung lebih memperhatikan data harga-harga impor yang
tidak menghitung komponen minyak (Import Prices – Excl. Oil) dan
harga-harga ekspor yang tidak menghitung sektor pertanian (Export
Prices – Excl. Agricultural). Kedua komponen tersebut dinilai terlalu
fluktuatif, mudah naik atau turun tanpa ada hubungannya dengan kurs.| < Prev | Next > |
|---|















