Overview
Indikator ini mempunyai korelasi yang kuat terhadap kondisi perekonomian suatu negara yang dihitung dari jumlah pengeluaran konsumen dan tenaga kerja, yang merupakan komponen terbesar dalam GDP. Jumlah lapangan kerja yang tercipta akan menaikan jumlah upah yang diterima oleh para pengangguran yang berhasil mendapatkan pekerjaan. Sebagian dari upah atau gaji yang diterima digunakan untuk konsumsi. Tingkat konsumsi masyarakat khususnya pekerja akan naik seiring dengan naiknya jumlah lapangan kerja yang tercipta. Kondisi para tenaga kerja juga akan membaik seiring naiknya jumlah lapangan kerja yang tercipta.
Indikator ini juga yang menurunkan sebuah indikator Fundamental yang terkenal di Amerika Serikat dan pasar Investasi seluruh dunia yaitu Nonfarm Employment Change atau yang nantinya akan disusun sebuah laporan baru yang terkait yakni Non Farm Payroll. Nonfarm Employment Change adalah sebuah data yang melaporkan jumlah lapangan kerja yang tercipta diluar sektor pertanian. Non Farm Payrolls adalah sebuah data yang melaporkan jumlah upah/gaji yang dibayarkan pemberi kerja kepada tenaga kerja diluar sektor pertanian.
Published By
Departemen Tenaga Kerja atau Biro Tenaga Kerja dari masing-masing negara berkewajiban untuk menurunkan laporan Employment Change. Laporan ini dibuat pada awal bulan pada waktu setempat.
New Zaeland merelease data ini setiap empat(4) bulan sekali, yakni setiap hari Kamis minggu kedua pada pukul 04.45 WIB.
Australia juga merelease indikator Employment Change pada pukul 07.30 WIB pada minggu kedua, setiap bulannya.
Kanada merelease berita tersebut pada pukul 19.00 WIB. Berita dilansir setiap bulan pada hari Jumat minggu pertama pada awal bulan.
Amerika Serikat sebagai negara adidaya terbesar merelease berita ini setiap hari Jumat pukul 20.30 WIB pada minggu pertama, setiap awal bulan. Indikator yang terkait adalah Nonfarm Employment Change.
Consist Of
Data ini disusun berdasarkan jumlah lapangan kerja yang tercipta dari sektor :1. Sumber Daya Alam dan
Pertambangan
2. Perdagangan
3. Jasa Bisnis dan Profesional
4. Pemerintahan
5. Konstruksi
6. Transportasi dan Fasilitas
Umum
7. Pendidikan dan Jasa kesehatan
8. Industri
9. Informasi.
10.Wisata dan Kesehatan
11.Aktifitas Keuangan
12.Jasa lainnya.
Belajarforex Says
Indikator ini mempunyai korelasi yang kuat terhadap Jumlah Pegeluaran Konsumen dan GDP.
Jika Employment Change naik maka
nilai mata uang negara yang bersangkutan akan naik. Hal ini dikarenakan karena
dengan adanya upah yang ditimbulkan dari terciptanya lapangan kerja yang ada
menyebabkan naiknya tingkat konsumsi masyarakat. Hal ini nantinya akan memicu
kenaikan GDP (Gross Domestic Product).
GDP adalah sebuah indikator yang mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor. Jika GDP naik maka akan berimbas pada kenaikan tingkat suku bunga lokal. Dan jika tingkat suku bunga meningkat maka nilai mata uang akan naik.
Related Links
http://www.d.umn.edu/lsbe/departments/bber/projects/CensusDivisions/index.htm
http://www.bls.gov/news.release/empsit.nr0.htm
| < Prev | Next > |
|---|














