Permintaan untuk
euro terbatas sebelum pembicaraan Yunani resume hari ini dengan Institute of International Finance, yang mewakili kreditor swasta. IIF yang berbasis di Washington memutuskan perundingan pekan lalu setelah gagal untuk sepakat dengan pemerintah tentang berapa banyak investor akan kehilangan uang dengan menukar obligasi mereka.Negosiasi Utang
Yunani sudah mendekati kesepakatan dengan pemegang obligasi yang akan memberikan mereka uang tunai dan surat berharga dengan nilai pasar sekitar 32 sen per euro utang pemerintah, menurut Bruce Richards, seorang manajer
hedge-fund pada komite kreditor."Saya sangat yakin kesepakatan itu akan selesai," kata Richards, CEO Marathon Aset Management LP, New York dalam sebuah wawancara telepon kemarin dengan Bloomberg Businessweek.
Fitch Ratings dan Standard & Poor memberi peringatan bahwa Yunani akan gagal untuk sepenuhnya untuk melunasi pembayaran obligasi, menambah kekhawatiran bahwa default berdaulat pertama di kawasan euro lebih lanjut akan merusak kepercayaan investor dalam mata uang euro".
"Keterlibatan sektor yang disebut swasta, bagi kita, akan dihitung sebagai default," kata Direktur Fitch Edward Parker dalam sebuah wawancara kemarin. "Jadi tidak akan menjadi kejutan ketika default Yunani benar-benar terjadi dan kami berharap salah satu cara atau yang lain menjadi relatif lama".
Moritz Kraemer, managing direktur S & P mengatakan sehari sebelumnya bahwa "Yunani akan default sangat lama" karena debt
swap yang diusulkan dianggap default.Euro telah melemah 4,2 persen selama enam bulan terakhir, menurut Bloomberg Korelasi-Tertimbang Indeks. Yen telah meningkat 8,6 persen, kinerja terbaik di antara 10 mata uang negara maju, dan dollar Amerika menguat 6,9%.
"Kemungkinan meningkat bahwa default Yunani akan menjadi kenyataan," kata Koji Iwata, wakil presiden Mizuho Corporate Bank Ltd, di New York, sebuah unit dari ketiga kelompok perbankan terbesar Jepang berdasarkan nilai pasar. "Kekhawatiran tentang euro belum menghilang, sehingga tidak akan memiliki rebound besar".
Dolar Australia sejak menguat dari kemarin jelang data tenaga kerja dimana diperkirakan menunjukkan jumlah orang yang dipekerjakan di Australia naik 10.000 bulan lalu setelah penurunan 6.300 pada bulan November. Tingkat pengangguran diproyeksikan untuk tetap tidak berubah pada 5,3 persen, menurut median estimasi ekonom dalam survei Bloomberg.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














