Euro
turun terhadap dolar AS untuk hari kedua setelah Uni Eropa enggan
untuk membantu Yunani dari krisis keuangan. Euro juga melemah versus
poundsterling setelah surat kabar Italia Il Sole 24 Ore mengutip
statement
Bank Sentral Eropa Juergen Stark soal tidak adanya satu
negarapun yang dapat membantu Yunani. Yen jatuh hari ini terhadap 16
mata uang setelah kenaikan di bursa saham.
Ada
"ketakutan bahwa Yunani akan default dan bahwa negara-negara
lain seperti Spanyol dan Irlandia akan bangkrut juga" kata Antje
Praefcke, analis mata uang di Commerzbank AG di Frankfurt. "Ini
berarti meningkatnya ketidakpastian." Euro jatuh ke level
$1.4365 saat ini. Defisit anggaran Yunanai mencapai 12,7 persen dari
produk domestik bruto tahun lalu. Euro turun 4,6 persen versus dolar
dibanding bulan Desember setelah obligasi Yunani terjun dan memicu
Spanyol, Irlandia dan negara lain yang tergabung di zona Euro.
Stark, seorang anggota dari dewan eksekutif ECB, mengatakan pasar telah "menipu diri mereka sendiri" jika mereka berpikir bahwa Uni Eropa akan membantu Yunani, menurut Il Sole. "Euro dalam tekanan"kata John Hydeskov, seorang analis mata uang di Kopenhagen pada Danske Bank A / S. Masalah Yunani adalah masalah serius.
Yen Drop
Yen turun 0,5 persen menjadi 84,05 per dolar australia sebagai MSCI Asia-Pacific Index saham naik 0,5 persen dan Nikkei 225 Stock Average naik 0,5%. Yen juga melemah setelah laporan dari Kyodo News mengatakan pemerintah memutuskan untuk menerima pengunduran diri Menteri Keuangan Hirohisa Fujii, seorang penganjur yen yang lebih kuat, karena alasan kesehatan yang buruk.
"Jika pengunduran dirinya mengarah pada penurunan rating dukungan bagi Perdana Menteri Yukio Hatoyama atau memicu kekacauan politik, hal itu mungkin menjadi faktor negatif untuk yen," kata Koji Fukaya, senior strategi mata uang di Tokyo pada Deutsche Bank AG. Dolar naik sebelum dua laporan hari ini yang diharapkan untuk menunjukkan peningkatan perekonomian AS.
Institute
for Supply Management's index of non-manufaktur usaha,
account yang
hampir 90 persen dari ekonomi, mungkin naik menjadi 50,5 pada
Desember dari 48,7 pada bulan November, menurut survei Bloomberg.
Laporan lain mungkin menunjukkan bahwa perusahaan memotong paling
sedikit pekerjaan bulan terakhir sejak Januari 2008, sebuah survei
terpisah menunjukkan.
Sumber :
http://bloomberg.com/apps/news?pid=20602081&sid=aIDUdRKTJKxg
| < Prev | Next > |
|---|















