Perdana Menteri Jepang yang baru, Yoshihiko Noda pada minggu ini mengawasi intervensi mata uang terbesar di Jepang.Dia mungkin harus mengambil langkah lebih berani dalam pekerjaan baru untuk mengendalikan yen.
Pemerintah menjual ¥4,51 triliun ($ 59 milyar) dalam pasar mata uang selama bulan Agustus, menurut pernyataan yang dirilis kemarin oleh Departemen Keuangan, jumlah bulanan terbesar sejak Maret 2004. Noda, yang terpilih sebagai perdana menteri pada 30 Agustus, menghadapi tekanan untuk membalikkan normalisasi yen yang sudah terlalu kuat dan mengancam pendapatan eksportir.
"Intervensi tidak akan menghentikan tren yen yang kuat"kata Tsutomu Soma,
dealer obligasi dan forex di Okasan Securities Co di Tokyo. "Para pembuat kebijakan atau BoJ perlu melakukan sesuatu yang drastis, sesuatu yang dapat membalikan arah yen yang sedang naik".
dealer obligasi dan forex di Okasan Securities Co di Tokyo. "Para pembuat kebijakan atau BoJ perlu melakukan sesuatu yang drastis, sesuatu yang dapat membalikan arah yen yang sedang naik".Mata uang Jepang telah naik lebih dari 4 persen sejak intervensi pemerintah pada 4 Agustus yang mendorong yen ke level 80,24 per dolar.
Yen telah naik 5,2 persen selama tiga bulan terakhir dibandingkan USD dan menyentuh rekor terkuat pasca Perang Dunia II yaitu 75,95 per dolar pada 19 Agustus, mengurangi nilai penjualan luar negeri yang disumbang oleh eksportir Jepang.
Hari ini yen diperdagangkan pada 76,95 terhadap dolar AS pada 11:22 siang di Tokyo.
Intervensi pada bulan Agustus 2011 adalah yang terbesar sejak Jepang menjual ¥4,53 triliun pada bulan Maret 2004. Pada kuartal pertama tahun 2004, BoJ sudah menjual 14,8 triliun yen di pasar keuangan. Noda memimpin intervensi hanya mata uang Jepang sejak tahun 2004 ketika ia menjadi menteri keuangan termuda dalam dua dekade pada bulan Juni 2010. September tahun lalu, Jepang secara sepihak menjual 2,12 triliun yen.
Noda telah menganjurkan menaikkan pajak daripada menerbitkan obligasi untuk membayar kebutuhan dana untuk membangun kembali setelah gempa mengancam terjadinya bencana nuklir, dan untuk mengurangi utang yang amat besar di Jepang.
Berbicara pada 30 Agustus setelah pertemuan kabinet terakhir pendahulunya Naoto Kan, Noda mengatakan ia ingin lulus dalam rencana pasca bencana stimulus ketiga secara cepat. Situasi fiskal Jepang adalah "parah," dan negara tidak dapat menunda pembenahan sistem kesejahteraan pajak dan sosial, katanya.
Tankan Bank memprediksikan angka yen yang aman untuk rencana bisnis produsen adalah 82,59 per dolar.
Chief Financial Officer Honda Motor Co,Fumihiko Ike mengatakan kepada wartawan pada 9 Agustus lalu bahwa dia khawatir yen dapat mencapai level 70 an terhadap dolar, yang akan menurunkan angka pendapatan/laba perusahaan.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














