Kemarin Yen naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari terhadap
euro dan dolar menguat karena kekhawatiran pemulihan ekonomi global mengulur didorong permintaan untuk aset yang lebih aman. Mata uang yen naik dibandingkan dengan mitra valas lain setelah sebuah laporan menunjukkan harga rumah Inggris tak terduga jatuh pada bulan Juli dan sebelum data AS yang mungkin menunjukkan pertumbuhan produktivitas pekerja melambat.Won Korea Selatan jatuh untuk pertama kalinya dalam delapan hari setelah Korea Utara menembakkan artileri di dekat perbatasan. Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuan 0,1% an mempertahankan program kredit untuk kreditur dengan suara bulat.
"Ekonomi global tidak akan kuat jika AS belum pulih"kata Marito Ueda, direktur pemasaran senior di FX Perdana Corp, marjin perusahaan valuta asing di Tokyo. "Jika
resiko belum berkurang, yen tidak akan dijual banyak minggu ini".Yen naik ke 112,76 per euro pada 12:30 di Tokyo dari 113,63 di New York kemarin. Yen berada di 85,74 per dolar dari 85,93, setelah mencapai 85,02 pada 6 Agustus, tingkat tertinggi sejak 27 November. Dolar naik menjadi $ 1,3148 per euro dari $ 1,3222, setelah menyentuh $ 1,3334 pada 6 Agustus, terlemah sejak 3 Mei.
Sementara itu harga properti Cina Naik 10,3%, dan Harga di 70 kota besar naik 10,3 persen dari tahun sebelumnya,menurut koran biro statistik, China Informasi News, melaporkan hari ini. Nilai penjualan turun 19,3 persen dari tahun sebelumnya.
Nilai penjualan properti Juli jatuh ke 306,6 milyaryuan ($45,3 milyar) atau turun 15,4 persen dari tahun sebelumnya.
Investasi dalam pengembangan real estat naik 37,2 persen menjadi 2,39 trilyun yuan pada tujuh bulan pertama tahun 2010 dari tahun sebelumnya,kata koran BPS Cina.
Berdasar analisa Gaitame.com Research Institute Ltd , Dolar dapat mencapai 15 tahun rendah versus yen karena titik Bollinger band ke tren menurun yang kuat.
Tingkat dolar-yen telah jatuh di bawah rata-rata bergerak 20 hari Bollinger band lebih rendah setidaknya enam kali dalam empat minggu terakhir, menunjukkan sebuah tren "kuat" menurun,menurut Tsuyoshi Okada, managing director Gaitame berbasis di Tokyo. Bolinger Bands mencoba memprediksi 95 persen dari gerakan penurunan USD terhadap Yen. USD menyusut tus, terendah sejak 27 November ketika dolar jatuh ke 84,83. "Level 83 akan terlihat jika dolar turun di bawah 84,50 ¥," kata Okada.
Sedangkan Euro rebound dari $ 1,1877 pada 7 Juni ddan memicu
bank sentral Eropa untuk mengeluarkan bailout 750 milyar euro ($996 milyar)."Saya senang melihat euro kembali ke interval $ 1,20 $ 1,25, $ 1,30" kata Robert Mundell, 77, dari Universitas Columbia profesor yang memenangkan Hadiah Nobel pada tahun 1999 untuk penelitian yang membantu meletakkan dasar untuk mata uang tunggal Eropa, di sebuah wawancara televisi Bloomberg pada 11 Juli di Siena, Italia.
Euro masih turun 7,38 persen untuk tahun yang diukur oleh Bloomberg Indeks Korelasi-tertimbang, yang mengukur nilai tukar asing terhadap sekeranjang mata uang dari Kelompok 10 negara maju.
Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















