Kemarin harga minyak turun untuk hari ketiga di New York pada spekulasi bahwa krisis utang sudah menyebar ke negara-negara Uni Eropa yang lain yang menghambat permintaan bahan baku dan juga meningkatnya stok bahan bakar di Amerika minggu lalu.Minyak mentah berjangka jatuh sebanyak 1,7 persen karena hasil obligasi Italia melonjak tinggi dan membuat Uni Eropa diprediksikan tidak akan mampu membiayai utang Italia. Pasokan bensin AS kemungkinan naik untuk pertama kalinya dalam empat minggu, menurut survei Bloomberg News sebelum laporan hari ini. Berdasarkan indikator teknikal, harga minyak mentah saat ini bergerak dibawah garis Moving Average periode 200.
""Penularan utang ke Italia, Portugal dan Irlandia akan mendominasi untuk saat ini," kata Myrto Sokou, seorang analis investasi pada Sucden Financial Ltd,di London."Investor harus sangat berhati-hati tentang semua ketidakpastian di zona
euro," yang mungkin akan menyebabkan harga minyak mentah turun"katanya.
euro," yang mungkin akan menyebabkan harga minyak mentah turun"katanya.Minyak mentah untuk pengiriman Agustus turun sebanyak $ 1,60 ke $ 93,55 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan berada di $ 94,57 pada pukul 01.40 pagi di London kemarin. Harga jatuh dua hari lalu sebesar $ 1,05 ke $ 95,15, harga penyelesaian terendah sejak 1 Juli. Harga telah meningkat 26 persen pada tahun lalu.
""Minyak mentah masih bergabung dalam aksi jual," kata Andrey Kryuchenkov, seorang analis di VTB Capital di London hari ini melalui e-mail. "Euro turun lagi, dengan ekuitas global yang juga dijual karena keengganan membeli saham dan ekuitas global karena takut dengan utang perifer di zona euro."
Sebuah laporan Departemen Energi hari ini mungkin menunjukkan pasokan bensin AS meningkat untuk pertama kalinya dalam empat minggu, menurut median dari prediksi 10 analis bloomberg. Stok bensin Amerika mungkin naik 500 ribu barel pekan lalu dari 212,5 juta barel, berdasarkan survei.
Stok minyak mentah turun 2,3 juta barel, berdasarkan survei Bloomberg. Hal itu akan menunjukan penurunan selama 6 minggu berturut turut. Industri yang didanai American Petroleum Institute akan melaporkan data pasokan tersebut hari ini.
Laporan OPEC
Organisasi Negara Pengekspor Minyak memprediksikan permintaan minyak dunia akan tumbuh pada kecepatan yang lebih lambat untuk tahun 2012 mendatang karena penurunan konsumsi di Eropa dan negara industri lainnya.
Permintaan global rata-rata akan mencapai 89,5 juta barel per hari pada tahun 2012, menurut sekretariat OPEC di Wina dalam laporan bulanannya, memberikan perkiraan pertama untuk tahun depan. Data tersebut naik 1,3 juta barel, atau 1,5 persen, dari perkiraan 2011.
Persediaan bahan bakar distilasi, kategori yang mencakup minyak pemanas dan diesel, mungkin naik 800.000 barel, menurut survei tersebut.
Minyak berpeluang untuk turun jika melihat grafik minyak yang berada di bawah MA (Moving Average) 200, yang saat ini berada di $ 93,76 per barel, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Moving Average digunakan oleh investor untuk menentukan tingkat Support (batas bawah) dan dan resistensi dan memprediksi arah harga bila level tersebut disilangkan.
Harga minyak mentah New York merosot 11 persen pada kuartal kedua pada spekulasi krisis utang Eropa membuat pemulihan ekonomi Uni Eropa makin melambat.
Tagihan utang Italia bulan ini melonjak lebih dari setengah pada lelang obligasi € 6,75 milyar ($9,4 milyar) dari tagihan saat ini. Indeks saham Italia juga menurun setelah jatuh ke level terendah dua tahun. Hutang besar di Italia saat ini menggarisbawahi ketidakmampuan Eropa untuk membendung krisis utang yang dimulai di Yunani pada 2009 dan juga pemberian dana talangan di Irlandia dan Portugal.
"Utang global tampaknya akan tergantung di atas pasar seperti Pedang Damocles," kata Peter Beutel, presiden Cameron Hanover Inc, penasihat energi di New Canaan, Connecticut, dalam sebuah catatan e-mail hari ini.
Total hutang Italia saat ini mencapai 175 milyar euro dimana hutang tersebut mempunyai jatuh tempo tahun ini. Hutang obligasi Italia mencapai 1,6 triliun, merupakan tumpukan utang ketiga terbesar didunia, setelah AS dan Jepang.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|















