Hari ini harga minyak naik dari level enam minggu terendah di New York karena investor berspekulasi penurunan mingguan terbesar dalam hampir dua bulan adaalh sesuatu yang berlebihan sebelum gubernur
bank sentral dari Kelompok G20 bertemu di Washington untuk membahas perlambatan ekonomi global. Harga minyak mentah naik sebanyak 1,6 persen setelah terjun 6,3 persen kemarin. Kepala keuangan akan berkumpul untuk pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional, sementara para pejabat Eropa mengatakan mereka dapat menggunakan pengaruh untuk meningkatkan dana talangan regional mereka. OPEC mengatakan akan memutuskan apakah akan memotong pasokan setelah memantau perekonomian global selama dua bulan ke depan dan laju pemulihan negara Libya."Ada aksi Sell by market untuk ambil untung"kata Michael McCarthy, seorang analis pasar di CMC Markets,di Sydney, melalui telepon. "Kami belum melihat bukti namun dari orang mendapatkan agresifitas didalam minyak. Situasi makro juga melemahkan harga minyak saat ini".
Harga minyak mentah untuk pengiriman November naik sebanyak 1,30 $ untuk $ 81,81 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 81,14 pada pukul 12.47 siang waktu Sydney.
Kontrak kemarin turun $ 5,41 ke $ 80,51, terendah sejak 9 Agustus. Harga sedang turun 8 persen minggu ini dan naik 8 persen tahun lalu.
Kontrak kemarin turun $ 5,41 ke $ 80,51, terendah sejak 9 Agustus. Harga sedang turun 8 persen minggu ini dan naik 8 persen tahun lalu.Minyak Brent untuk pengiriman November naik 79 sen, atau 0,8 persen menjadi $ 106,28 per barel di Futures yang berbasis di London ICE Europe.
Arab Saudi mungkin akan mempertahankan tingkat produksi saat ini selama kesengsaraan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat tidak menyebar ke negara-negara berkembang di mana konsumsi tumbuh lebih cepat, kata seorang pejabat dari salah satu pejabat OPEC.
Goldman Sachs Group Inc menurunkan perkiraan tiga bulan untuk minyak di New York menjadi 15 persen menjadi $ 97,50 per barel. Target sebelumnya bank adalah $ 115 per barrel, analis yang dipimpin oleh Samantha Dart di London mengatakan dalam sebuah laporan kemarin.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














