
Euro kembali mengalami pelemahan versus dollar dan yen setelah saham Eropa jatuh pada kekhawatiran para pembuat kebijakan atau
bank sentral ECB tidak berbuat cukup untuk mencegah krisis utang dari memburuknya pemulihan ekonomi global.Euro dibandingkan 16 mitra valas utama, menuju penurunan mingguan keempat terhadap yen setelah Moody `s Investors Service menurunkan peringkat utang dari delapan bank Yunani. Euro menguat sebelumnya setelah menteri keuangan kelompok
G7 berjanji untuk mengatasi risiko ekonomi global. Won Korea Selatan naik setelah pemerintah menyatakan dapat mengintervensi dollar untuk menghentikan penurunan Won.
G7 berjanji untuk mengatasi risiko ekonomi global. Won Korea Selatan naik setelah pemerintah menyatakan dapat mengintervensi dollar untuk menghentikan penurunan Won."Kata-kata G20 yang ditawarkan adalah suatu hal yang tidak pasti dan tidak ada langkah-langkah kebijakan khusus," kata Steven Saywell, kepala analis valuta asing untuk Eropa di BNP Paribas SA di London. "Pasar masih sangat gugup tentang isu-isu hutang dan kita melihat langkah penting kembali ke
resiko penurunan perdagangan saham". Euro akan tetap di bawah tekanan sementara dolar menguat".
resiko penurunan perdagangan saham". Euro akan tetap di bawah tekanan sementara dolar menguat".Euro sedikit berubah pada $ 1,3464 pada pukul 07.13 pagi di New York, menghapus kenaikan 0,8 persen, dan meninggalkan penurunan pekan ini sebesar 2,4 persen. Euro mencapai 102,65 ¥, setelah meluncur ke 102,22 kemarin, level terlemah sejak tahun 2001. Euro telah jatuh 3,1 persen terhadap yen minggu ini, penurunan lima hari paling tajam sejak Mei.
Respon Terkoordinasi
Stoxx Eropa 600 Indeks jatuh 1,9 persen, setelah naik sebanyak 1,2 persen.
Dow Jones Industrial Average akan memperpanjang penurunan dua hari terbesar sejak tahun 2008 terkait krisis utang Eropa saat ini.
Kelompok G20 "berkomitmen" untuk respons internasional yang kuat dan terkoordinasi untuk mengatasi tantangan-tantangan baru yang dihadapi ekonomi global,''kata kepala keuangan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pembicaraan kemarin di Washington.
Trader menjual euro minggu ini karena kekhawatiran Eropa tidak akan mampu mengatasi hutang, meski Yunani mempercepat pemotongan anggaran untuk memenuhi syarat untuk bailout 110 miliar euro.
"Ini semua tentang masalah utang zona euro"kata John Hardy, kepala analis valas di Saxo Bank A / S di London. "Selama jangka pendek, euro akan turun"kata Hardy, yang memprediksi mata uang euro akan melemah ke $ 1,25 tahun depan.
Yen telah naik 12 persen selama tiga bulan terakhir, pemain terbaik di antara 10 mata uang negara berkembang yang dilacak oleh bloomberg, Dolar, pemain terbaik kedua, naik 5,4 persen sementara euro telah turun 1,2 persen.
Bank Sentral Eropa dapat bertindak untuk mengatasi risiko terhadap pertumbuhan untuk bulan depan karena data ekonomi mengecewakan, anggota Dewan Pemerintahan Luc Coene mengatakan dalam sebuah wawancara di Washington kemarin.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














