Hari ini nilai Pound jatuh terhadap dolar dan
euro setelah data menunjukkan penjualan ritel Inggris merosot lebih dari perkiraan ekonom di bulan Mei, tertahan oleh biaya bahan bakar yang lebih tinggi dan keprihatinan atas hilangnya pekerjaan di Inggris.
Sterling turun 0,4 persen menjadi $ 1,6127 pada 9:32 di London dan jatuh 0,2 persen menjadi 87,73 sen per euro.Retail Sales m/m atau sektor penjual ritel Inggris bulan Mei jatuh 1,4% atau lebih rendah dibanding prediksi analis yaitu -0,5% dan juga sangat jauh dibanding data bulan April yang mencapai 1,1%.
Euro melemah menjadi tiga minggu rendah terhadap dolar dan meluncur terhadap yen karena spekulasi krisis utang Yunani diprediksikan masih memburuk. Euro jatuh setelah koran Belanda Het Financieele Dagblad mengutip pernyataan anggota Dewan Pemerintahan
Bank Sentral Eropa Nout Wellink bahwa dana talangan di Yunani harus dua kali lipat, dan juga reshuffle kabinet Perdana Menteri Yunani George Papandreou diperkirakan akan mengganggu jalannya bantuan ke Yunani. Swiss franc menguat kurang dari 1,20 per euro untuk pertama kalinya.
Bank Sentral Eropa Nout Wellink bahwa dana talangan di Yunani harus dua kali lipat, dan juga reshuffle kabinet Perdana Menteri Yunani George Papandreou diperkirakan akan mengganggu jalannya bantuan ke Yunani. Swiss franc menguat kurang dari 1,20 per euro untuk pertama kalinya."Jelas terlihat, euro di bawah tekanan," kata Thanos Papasavvas, kepala analis valas di Investec
Asset Management Ltd, yang mengawasi dana investasi sekitar $ 94 milyar. "Pilihan dari euro ke CHF cukup besar".
Asset Management Ltd, yang mengawasi dana investasi sekitar $ 94 milyar. "Pilihan dari euro ke CHF cukup besar".Euro turun 0,6 persen menjadi $ 1,4096 pada 10:43 di London dan mencapai $ 1,4074, level terlemah sejak 26 Mei dan tertekan oleh yen 0,9 persen menjadi 113,77 ¥ setelah menyentuh 113,50, terlemah sejak 16 Mei. Euro melemah 0,9 persen ke rekor Swiss franc 1,19567. Dolar turun 0,3 persen menjadi 80,70 ¥.
Mata uang Australia jatuh 0,3 persen menjadi $ 1,0547, dan dolar Selandia Baru turun 0,7 persen menjadi 80,13 sen AS. Swiss franc naik 0,2 persen terhadap dollar ke 85,13 sen. Bank sentral mempertahankan suku bunga utamanya pada 0,25 persen, suatu hasil yang diperkirakan oleh semua 26 ekonom dalam survei Bloomberg.
Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|














