Manufaktur Amerika pada bulan Mei tumbuh pada kecepatan yang lebih cepat dari perkiraan karena pekerja pabrik meningkat untuk memenuhi permintaan ekspor terbesar dalam dua dekade serta kebangkitan dalam perusahaan domestik.Nilai ISM Manufacturing PMI yang dirilis pada pukul 21.00 WIB malam tadi adalah sebesar 59,7 atau lebih tinggi dari prediksi pasar yang sebesar 59.3 dan dibawah nilai pada bulan April yang sebesar 60,4.Ramalan untuk mengukur ISM didasarkan pada rata-rata estimasi 76 survei. Proyeksi berkisar antara 56-62.
Saham di seluruh dunia terkoreksi naik setelah turunnya kekhawatiran menurunnya industri dari Cina ke Eropa.
Order di perusahaan termasuk Deere & Co dan 3M Co juga meningkat."Ini sangat sulit untuk menemukan kelemahan dalam perekonomian dan beberapa sektor, seperti manufaktur, tumbuh dan berkembang dengan kokoh," kata Zach Pandl, ekonom di Nomura Securities International Inc di New York, yang memprediksikan nilai indeks akan turun menjadi 59,8. "Pemulihan ini cukup tahan lama pada saat ini."
Kemarin saham global cenderung turun setelah ada laporan Lebanon menembaki pesawat tempur Israel. 500 Standard & Poor's Index jatuh 1,7 persen menjadi ditutup pada 1,070.71.
Pengeluaran sektor konstruksi
Sebuah laporan dari Departemen Perdagangan menunjukkan pengeluaran konstruksi meningkat 2,7 persen pada April, yang paling tinggi sejak Agustus 2000.
Laporan lain hari ini menunjukkan pertumbuhan manufaktur dari Cina ke wilayah
euro melemah di bulan Mei. Para Manajer Pembelian 'Indeks Cina, jatuh ke 53,9 Mei dari bulan sebelumnya 55,7, menurut data Federasi Logistik dan Pembelian. Sebuah indeks yang terpisah yang dirilis oleh HSBC Holdings Plc dan Markit Ekonomi jatuh ke level terendah dalam setahun. Manufaktur telah menjadi pemimpin dalam pemulihan ekonomi karena permintaan dari luar negeri diperkuat oleh order barang dari negara lain. Sebanyak 101.000 pekerja sudah bertambah di pabrik,menurut data Departemen Tenaga Kerja, merupakan kenaikan berturut-turut sejak tahun 2006.
Pengaruh Eropa
Satu masalah yang mungkin menahan manufaktur di bulan-bulan mendatang adalah efek dari krisis utang Eropa terhadap perdagangan AS. Satu dollar kuat bersama dengan potensi permintaan yang lebih lambat dari Eropa bisa menjadi bumerang bagi ekspor AS.
Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|














