Won Korea Selatan hari ini turun dihari kedua setelah investor luar negeri menjual ₩6.1 trillion won ($5.1 milyar) lebih dari saham lokal dari yang mereka beli dibulan Mei.
Pejabat
bank sentral harus menunggu data ekonomi kuartal kedua sebelum menaikkan suku bunga karena krisis utang Eropa mungkin menunda pemulihan perekonomian global, menurut pernyataan Menteri Keuangan Yoon Jeung Hyun. Investor asing telah membeli 3,5 trilyun Won lebih obligasi Korea dari yang mereka menjual bulan lalu.
"Terlalu banyak modal yang ditarik dari Korea atau senilai dengan $5 milyar pada bulan lalu, jadi saya tidak melihat investor asing bergegas kembali," kata Sean Callow, ahli analis valas dari Westpac Bank Corp di Sydney. "Itu akan bekerja melawan Won Korea.
Won turun 0,2 persen menjadi 1,204.3 per dolar pada pukul 10:23 di Seoul, menyusul penurunan 7,9 persen bulan lalu. Ekspor Korea Selatan meningkat 41,9 persen pada Mei dari tahun sebelumnya, Menteri Pengetahuan Ekonomi mengatakan hari ini.Surplus perdagangan $4,4 milyar pada bulan April.
"Surplus perdagangan Korea yang mengesankan, tentunya positif untuk pemulihan," kata Westpac's Callow. "Namun para pejabat Korea berbicara tentang keprihatinan mereka tentang jalur negatif Uni Eropa, itu jelas sesuatu yang mengganggu mereka."
Indeks harga konsumen meningkat 2,7 persen dari tahun sebelumnya pada bulan Mei, setelah naik 2,6 persen pada April. Suku bunga nasional Korsel mencapai 2%sejak Februari tahun lalu. Dewan bertemu pada tanggal 10 Juni untuk meninjau kebijakan.
Sumber :
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















