Akibat krisis ekonomi saat ini, Dolar tetap berada dalam kecenderungan untuk menurun terhadap yen dan dapat terus turun ke level 87 untuk mata uang Jepang, menurut prediksi JPMorgan Chase & Co, berdasar sebuah pengamatan teknikal. USD mempunyai potensi penurunan di bawah 88,55-88,25 yen hingga serendah ¥ 86,95, kata Niall O'Connor, seorang analis teknis di kedua bank AS terbesar itu. Menurut fibonacci retracement yang diamati JP Morgan, USD berpeluang melemah ke level ¥ 88,25 dari nilai terendahnya du level 84,83 pada 27 Desember dan tertingginya di level 93,77 pada 8 Januari tahun ini. "Fokus kami tetap pada interval 88.25 - 88.55 sebagai zona "istirahat" bagi USD, kata analis senior JP Morgan di New York.
Saat berita ini dirilis, USD pada rate 89,05 Yen. Level 88,54 adalah mungkin.
USD-CAD dapat menguat sejak melemah ke level 1,0778, lalu menguat hingga ke rate 1.0401 dan berpeluang kembali turun ke level 1.0219.
Meski AUD ragu-ragu kelevel 0,9035 maka nilai korektif yang mungkin adalah 0,8576 - 0.8924. Jika AUDUSD tembus 0.9035, maka ausi berpeluang naik ke level 0,9092.
Hari ini sesi di Asia didominasi oleh dua gelombang data dari Australia. Gelombang satu, yang terdiri dari persetujuan mendirikan bangunan dan Penjualan Eceran terbukti dengan jeleknya data -7,0% (vs 0,7%), dan Penjualan Eceran terkesan dengan 1,2% sebagai lawan dari prediksi 0,8%.
Setelah tahu nilai suku bunga Ausi naik hingga ke level 4% maka pasar merasa jenuh beli untuk AUD dan melepasnya hingga jatuh kelevel 0,8955 pada rilis dan stabil di rate 90,04 sen pada pukul 16.44 WIB.
Di tempat lain, di Eropa, EUR / USD sempat meluncur ke level $1,3434 dan GBP / USD melayang ke 1,4900. Mengapa bisa seperti itu?
Cerita yang sama yang Anda sudah tahu yaitu masalah utang negara di Eropa dan rawa-rawa politik di Inggris.
Belajarforex Says :
Artikel diatas hanyalah prediksi sebuah lembaga yang faktor kebenarannya masih diragukan atau 50:50. Respon Anda hanyalah dengan membaca dan menganalisa kembali sebelum membuka posisi Buy atau Sell di mata uang yang disebutkan di artikel diatas.
Sumber :
Bloomberg & Twitter
| < Prev | Next > |
|---|















