Morgan Stanley menaikkan perkiraan untuk nilai dolar terhadap
euro menjadi $ 1,16 dari $ 1,24 pada akhir tahun setelah krisis utang Yunani "menggerogoti"
Bank Sentral Eropa. Mata uang euro melemah $ 1,2144 pada tanggal 19 Mei karena Jerman melarang transaksi short selling dengan format berapa perdagangan spekulatif terhadap bank pemerintah dan kualitas kredit sebagai kepedulian krisis Yunani yang berpotensi ke seluruh daerah uni Eropa. ECB mengatakan pada 10 Mei akan mulai membeli utang publik & swasta sebagai bagian dari tawaran untuk menghentikan krisis fiskal dan penyelamatan euro.
"Masalah fiskal awal di periferal (Yunani) kini telah menjadi masalah fiskal untuk inti Eropa," Stephen Morgan Stanley Hull di London menulis dalam laporannya hari ini. "Lebih penting lagi untuk euro, juga telah merusak kredibilitas ECB."
Diprediksikan, euro akan mencapai titik terendah sekitar $ 1,12 pada kuartal pertama tahun 2011 sebelum pemulihan tahun ini. Euro mungkin akan naik terhadap pound, menjadi 90 sen pada akhir tahun ini dari 84,77 pence hari ini, perkiraan Morgan Stanley. Mata uang Inggris mungkin akan jatuh ke $ 1,29 pada bulan Desember dari $ 1,4582 hari ini.
"Kami melihat dolar disisa tahun 2010," tulis Hull dalam laporan. "Pertumbuhan ekonomi Amerika akan membaik di 2010 ini".
Morgan Stanley menurunkan target untuk dolar terhadap yen, mengutip data yang menunjukkan aliran dana yang lebih besar ke Jepang dibanding ekuitas dari investor Jepang diluar Jepang. Lembaga keuangan berbasis di New York tersebut memprediksi kenaikan dollar menjadi ¥ 98 pada akhir tahun, kurang dari perkiraan sebelumnya dari 109 yen. Satu dolar mencapai ¥ 91,04.
Hari ini saham Jepang menguat dihari kedua setelah saham melonjak di Eropa dan Amerika Serikat pada janji Cina untuk berinvestasi di zona euro dan harga komoditas juga menguat.
Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, bank terbesar Jepang dengan nilai pasar, nilai sahamnya naik 1,6 persen. Canon Inc, produsen kamera yang pangsa pasarnya terbesar di Eropa, naik 2,3 persen. Mitsubishi Corp, produsen komoditas terbesar di Jepang, naik 2,4 persen setelah minyak dan harga logam meningkat.
"Kekhawatiran investor tersebut diperlemah oleh niat Cina untuk berinvestasi di Eropa," kata Juichi Wako,analis valas senior dari Nomura Holdings Inc, Tokyo. "Saham akan pulih."
Nikkei 225 Stock Average naik 1,5 persen menjadi 9,788.40 pada pukul 9:09 di Tokyo.Topix naik 1,3 persen menjadi 881,36.
Sumber :
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















