Pound melemah terhadap
euro untuk hari kelima berturut-turut di tengah spekulasi bahwa Bank of England tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini karena
Bank Sentral Eropa terus untuk mengetatkan kebijakan moneter.
Sterling menuju penurunan mingguan terhadap 13 dari 16 mata uang utama karena bank sentral Inggris diprediksikan akan mempertahankan suku bunga pada rekor rendah sampai Februari."ECB waspada terhadap
inflasi dan itu pengaruh yang depresif terhadap sterling," kata Jane Foley, seorang analis mata uang senior pada Rabobank International di London. "Ada risiko bahwa sterling dapat melemah pada musim panas mendatang karena diprediksikan Bank Sentral Eropa akan menaikkan suku bunga lagi".
euro untuk hari kelima berturut-turut di tengah spekulasi bahwa Bank of England tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini karena
Bank Sentral Eropa terus untuk mengetatkan kebijakan moneter.
Sterling menuju penurunan mingguan terhadap 13 dari 16 mata uang utama karena bank sentral Inggris diprediksikan akan mempertahankan suku bunga pada rekor rendah sampai Februari."ECB waspada terhadap
inflasi dan itu pengaruh yang depresif terhadap sterling," kata Jane Foley, seorang analis mata uang senior pada Rabobank International di London. "Ada risiko bahwa sterling dapat melemah pada musim panas mendatang karena diprediksikan Bank Sentral Eropa akan menaikkan suku bunga lagi".Pound terdepresiasi 0,1 persen terhadap euro menjadi 88,21 sen pada pukul 09:15 di London. Mencapai 88,45 sen kemarin, terlemah sejak 6 Mei.
Hari ini nilai Dolar melemah 0,6 persen menjadi 79,58 sen versus dolar Selandia Baru, pada pukul 10:47 pagi di London, mendorong penyusutan minggu ini menjadi 1,1 persen. Mata uang AS melemah 0,4 persen terhadap kroner Norwegia. Euro diperdagangkan pada $ 1,4305 dari $ 1,4309 kemarin di New York, 1,4 persen lebih kuat sejak 13 Mei. Yen sedikit berubah di 81,56 per dolar.
Stoxx Eropa 600 Indeks naik 0,5 persen, naik untuk hari ketiga,Dollar telah jatuh 4,8 persen, sementara euro telah meningkat 2,6 persen.
Gubernur Bank og Norwegia Oeystein Olsen mengatakan mungkin kenaikan suku bunga dapat mempercepat pertumbuhan di Uni Eropa.
Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















