Nilai Pound kemarin & hari ini drop terhadap USD & Yen karena defisit anggaran dan penuaan populasi, menurut Goldman Sachs Group Inc.Kekhawatiran Inggris mengenai pemilu tahun ini dengan memberikan partai minoritas menang pertama kali sejak 1974 telah
sterling sebesar 7 persen sejak 31 Desember pemain terburuk tahun ini di antara 16 mata uang paling banyak diperdagangkan.
Euro masih diperdagangkan sekitar 10 persen di atas dengan nilai wajar terhadap dolar, kata Erik F. Nielsen,kepala ekonom Goldman Sachs Eropa."Orang-orang sangat
bearish di Inggris, mungkin lebih dari mereka sudah merasa kuatir" kata Nielsen dalam sebuah wawancara di Sydney kemarin. "Euro jelas dalam krisis terbesar sejak itu dimulai, jadi agak aneh bahwa GBP terlalu tinggi".Pound jatuh ke $ 1,4784 pada 1 Maret, terlemah sejak 1 Mei 2009, dan saat ini pada pukul 17.53 WIB nilai GBP adalah $1,4943 dan 134,15 Yen.
Posted sterling juga melemah terhadap Euro dan mata uang AS dalam lima hari berakhir 5 Maret karena jajak pendapat memicu keprihatinan di Inggris dapat memilih sebuah pemerintah minoritas, untuk menghambat upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan pengendalian defisit anggaran. Pemilu nasional akan diadakan pada bulan Juni.
Defisit anggaran Inggris saat ini setara dengan Yunani yaitu sekitar 12% GDP.
GDP Inggris naik 0,3 persen pada kuartal keempat, mengakhiri rekor resesi terdalam, dan
inflasi berakselerasi 14 bulan sebesar 3,5 persen pada Januari.Goldman Sachs menurunkan perkiraan untuk euro menjadi $ 1,45 selama tiga dan enam bulan dan bulan lalu mengatakan akan diperdagangkan di $ 1,35 pada bulan Februari 2011.
Belajarforex.com Says :
Hari ini prediksi teknikal benar-benar dihancurkan oleh
analisa fundamental. Euro & GBP sudah turun 150 poin lebih sejak kemarin.Berdasar isu teknikal, Euro & GBP diprediksikan menguat terhadap USD & Yen esok hari.
Sumber :
Bloomberg.com














