Tahukah
Anda, saat ini produksi industri India tumbuh di laju tercepat dalam
25 bulan, dan ini memberi ruang
bank sentral untuk mulai menaikan
tingkat suku bunga dalam beberapa waktu ke depan. Output di
pabrik-pabrik, utilitas dan pertambangan meningkat 11,7 persen pada
bulan November 2009 setelah pada Oktober 2009 mencapai 10,3%, menurut
pernyataan badan statistik di New Delhi hari ini. Hasil tersebut
sudah melebihi prediksi Bloomberg yang memprediksikan 10% kenaikan. Kenaikan
saham tahun lalu merupakan yang tertinggi sejak 18 tahun yang
terakhir.
Kenaikan
harga grosir nasional mencapai 4,78 persen pada bulan November,
lebih dari tiga kali lipat dari bulan Oktober 1,34 persen. Kenaikan
harga grosir bahan pangan 18,22 persen dalam seminggu pada 26
Desember lalu. "Dengan
inflasi yang mendekati 8%, kita berharap
Reserve Bank of India akan menaikan tingkat suku bunga bulan ini "
kata Sonal Varma, yang bekerja di Nomura Securities Co cabang Mumbai,
broker terbesar di Jepang. Perdana Menteri Manmohan Singh tahun lalu
memotong pajak atas produk-produk konsumen, peningkatan belanja untuk
jalan-jalan dan utilitas, menaikkan gaji pekerja dan pinjaman yang
terkait dengan pertanian dihapuskan.
Bank sentral menyuntikkan sekitar US $ 130 miliar ke sistem perbankan India dengan mengurangi tingkat suku bunga dan juga mengurangi tingkat suku bunga kredit. GDP India telah mencapai US $ 1.2 trillion dan ekonomi tumbuh 7,9 persen dalam tiga bulan yang berakhir 30 September, yang paling kuat dalam 1,5 tahun.
Bombay Stock Exchange Sensitive Index naik ke level tertinggi dalam 18 tahun pada tahun 2009 dan rupee naik 4,8 persen.
Kaushik Basu, kepala penasihat ekonomi di Departemen Keuangan Asia Selatan mengatakan "India dapat mempercepat pertumbuhan sampai 10 persen dalam "beberapa tahun," melebihi Cina pada 2014 mendatang.
Kekuatan ekonomi India menarik perusahaan asing untuk memperluas dan mengatur operasi di negara tersebut. Toyota Motor Corp, Volkswagen AG dan pembuat mobil lainnya memperkenalkan 10 model baru di Auto Delhi minggu lalu. Pada tahun 2009 telah terjual 1.43 juta unit mobil di India.
ArcelorMittal dan Posco ,produsen baja terbesar dunia berencana untuk mendirikan pabrik baja baru di selatan India. Posco akan menginvestasikan 323 miliar rupee ($ 7 milyar) di sebuah pabrik di Karnataka, kata Pemda setempat tanggal 7 Januari lalu. ArcelorMittal berencana untuk menandatangani kesepakatan pada bulan Juni untuk proyek senilai 300 miliar rupee di India.
Sumber :
Bloomberg.com (Selasa 12 Jan 2010, 17.17 WIB)











