Saat ini pertumbuhan ekonomi Cina melambat di bawah kampanye anti-
inflasi. Nilai ekspor yang mulai melemah, membuat banyak investor mulai ragu terhadap Cina.Urbanisasi tanpa henti China terus mendorong ekspansi bahkan ketika Beijing berusaha untuk memeriksa investasi yang mandek dari pemerintah daerah, sementara konsumsi domestik yang lebih kuat adalah menyediakan suatu ketegasan akan adanya guncangan eksternal ekonomi yang segera terjadi.
"Perekonomian sudah diatur untuk pertumbuhan. Anda masih punya urbanisasi dan industrialisasi untuk datang dan semua insentif di tingkat pemerintah daerah masih harus dilakukan dengan mendorong pertumbuhan," kata Stephen Green, ekonom Standard Chartered Bank di Hong Kong.
Cina telah mengumumkan rencana ambisius untuk mulai membangun dan memperbaiki 36 juta rumah yang harganya terjangkau antara 2011-2015, dengan 10 juta akan selesai tahun ini, untuk memadamkan ketidakpuasan publik saat ini.
Ekonom AS Nouriel Roubini, yang meramalkan krisis perumahan Amerika, memprediksikan Cina akan kena getahnya karena terlalu banyak atau over-investasi.
Roubini mengatakan bahwa investasi sudah 50 persen dari PDB Cina dan dalam 60 tahun terakhir ini over-investasi sudah terasa.
Namun demikian, China harus merombak model pertumbuhan dengan mengurangi ketergantungan pada investasi dan ekspor, dan mendorong reformasi keuangan untuk mencegah potensi risiko, berdasar rekomendasi analis.
Sumber
Reuters
| < Prev | Next > |
|---|














