
Saat baru dirilis pada pukul 16.30 WIB sore hari ini, nilai UK retail sales jatuh lebih dari dua kali lipat perkiraan ekonom di bulan Januari karena musim dingin sepanjang Januari lalu membuat konsumen Inggris enggan untuk berbelanja.
Penjualan tidak termasuk bensin turun 1,2 persen dari Desember, menurut Kantor Statistik Nasional hari ini di London. Para ekonom memperkirakan penurunan 0,5 persen, menurut median dari 26 analis hasil survei Bloomberg News. Laporan ini menggunakan metodologi baru sesuai dengan peraturan Eropa.
Pound jatuh sebanyak 0,3 persen setelah laporan dan diperdagangkan di $ 1,5382 pada pukul 9:39 pagi di London, turun 1,4 persen.
Penurunan ritel pada bulan Januari dipicu oleh penurunan 2.4 persen penjualan di toko makanan, sementara non-toko makanan tidak menunjukkan perubahan. Toko barang-barang rumah tangga melaporkan penurunan 13,4 persen, paling banyak penurunan barang-barang elektronik, perabot dan item perbaikan rumah, menurut pernyataan kantor statistik. Termasuk bahan bakar, penjualan turun 1,8 persen pada bulan lalu dan naik 0,9 persen dari tahun sebelumnya.
Berbasis di London Kingfisher Plc, peritel perbaikan rumah, atuh 3 persen, disebabkan karena cuaca bersalju dan kenaikan PPN. Salju turun di Britania setiap hari selama empat minggu, membuat orang Inggris malas berbelanja.
Informasi kemarin adalah Inggris melaporkan kerugian 4,3 miliar pound ($ 6.7 milyar) dalam format defisit anggaran pada bulan Januari, yang pertama terbesar sejak tahun 1993. Laporan itu membuat GBP drop besar terhadap USD & yen saat ini.
Perdana Menteri Gordon Brown berjanji akan mengatasi defisit tersebut.
Belajarforex Says :
Belajarforex.com & para trader yang lain berharap Inggris bisa mengatasi krisis anggaran dengan cepat, agar para investor yang open posisi Buy GBP di level $1,56 - 1,59 bisa lebih tenang dan bisa menghasilkan profit.
Turunnya GBP menyeret
Euro, AUD, dan mitra valas lain ikut tertekan terhadap USD & Yen.
Penjualan tidak termasuk bensin turun 1,2 persen dari Desember, menurut Kantor Statistik Nasional hari ini di London. Para ekonom memperkirakan penurunan 0,5 persen, menurut median dari 26 analis hasil survei Bloomberg News. Laporan ini menggunakan metodologi baru sesuai dengan peraturan Eropa.
Pound jatuh sebanyak 0,3 persen setelah laporan dan diperdagangkan di $ 1,5382 pada pukul 9:39 pagi di London, turun 1,4 persen.
Penurunan ritel pada bulan Januari dipicu oleh penurunan 2.4 persen penjualan di toko makanan, sementara non-toko makanan tidak menunjukkan perubahan. Toko barang-barang rumah tangga melaporkan penurunan 13,4 persen, paling banyak penurunan barang-barang elektronik, perabot dan item perbaikan rumah, menurut pernyataan kantor statistik. Termasuk bahan bakar, penjualan turun 1,8 persen pada bulan lalu dan naik 0,9 persen dari tahun sebelumnya.
Berbasis di London Kingfisher Plc, peritel perbaikan rumah, atuh 3 persen, disebabkan karena cuaca bersalju dan kenaikan PPN. Salju turun di Britania setiap hari selama empat minggu, membuat orang Inggris malas berbelanja.
Informasi kemarin adalah Inggris melaporkan kerugian 4,3 miliar pound ($ 6.7 milyar) dalam format defisit anggaran pada bulan Januari, yang pertama terbesar sejak tahun 1993. Laporan itu membuat GBP drop besar terhadap USD & yen saat ini.
Perdana Menteri Gordon Brown berjanji akan mengatasi defisit tersebut.
Belajarforex Says :
Belajarforex.com & para trader yang lain berharap Inggris bisa mengatasi krisis anggaran dengan cepat, agar para investor yang open posisi Buy GBP di level $1,56 - 1,59 bisa lebih tenang dan bisa menghasilkan profit.
Turunnya GBP menyeret
Euro, AUD, dan mitra valas lain ikut tertekan terhadap USD & Yen.Sumber :
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















