Saat nilainya dirilis, nilai ekspor Jepang meningkat lebih dari perkiraan ekonom di bulan April, tanda pertama ekspansi perdagangan Jepang.Naiknya Surplus perdagangan Jepang meningkat pada April karena ekspor,
terutama sektor otomotif, terus mendorong pemulihan ekonomi di Jepang.
Surplus meningkat menjadi 742,3 miliar yen (8,25 miliar dolar AS),
naik lebih dari 14 kali lipat dari 48,99 miliar yen setahun lalu. Data ini dilansir Kementerian Keuangan, Kamis (27/5).
Ekspor melonjak 40,4 persen dibanding setahun lalu menjadi 5,89
triliun yen. Ekspor suku cadang mobil naik 61,7 persen.
Permintaan yang melonjak untuk mobil-mobil baru, produk-produk teknologi tinggi dan suku cadang pabrik telah mendorong ekspor. Ini semua membantu perusahaan-perusahaan besar Jepang kembali meraih untung.
Beberapa perusahaan Jepang yang meraih keuntungan ekspor adalah Canon Inc & Komatsu Ltd. Saat berita ini dirilis nilai Yen berada pada kisaran 90,15 Yen.
Nilai Ekspor ke China, pasar terbesar Jepang, naik 41,4 persen dari tahun sebelumnya menjadi ¥ 1,15 trilyun, yang merupakan sebuah rekor tersendiri bagi Jepang.
Pada bulan April, pengiriman ke Amerika mencapai kenaikan 34,5 persen atau naik dari periode sebelumnya yang sebesar 29,5%, sedangkan ekspor ke Eropa juga naik 19,8 persen, melambat dari 26,7 persen pada bulan Maret.
"Kegiatan ekonomi Jepang kini telah melewati sweet spot, dan kita juga dapat melihat stagnasi yang terkendali.
Perdagangan
Hanya 12 persen dari pengiriman luar negeri Jepang pergi ke Uni Eropa pada tahun yang berakhir 31 Maret, dibandingkan dengan 19 persen ke Cina dan 16 persen ke AS, menurut Departemen Keuangan.
Tidak semua orang yakin krisis Eropa akan menghambat pemulihan Jepang. Bank of Japan menaikkan penilaian ekonomi Jepang saat ini.
Gubernur
bank sentral Masaaki Shirakawa mengatakan pada 21 Mei bahwa efek Eropa hanya mempunyai efek terbatas pada Jepang.Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















