Saat dirilis pada pukul 7.30 WIB pagi tadi nilai Core Machinery Orders m/m Jepang adalah sebesar -7.9% atau lebih rendah dari prediksi pasar yang sebesar 2,1%. Artinya Pesanan mesin Jepang merosot pada bulan Januari ke Februari. Data pada periode sebelumnya adalah sebesar 20.1%.Pemulihan Jepang saat ini ditopang oleh ekspor. "Ekspor akan datang kembali sebagai motor penggerak bagi perekonomian dan itu mendorong belanja modal dan mengurangi keprihatinan di kalangan eksekutif bisnis," kata Yoshiki Shinke, ekonom senior di Dai-Ichi Life Research Institute Inc di Tokyo. "Namun, tingkat ekonomi dan bisnis investasi sangat rendah dan itu akan memerlukan waktu untuk kembali ke tingkat pra-resesi."
Sebuah laporan terpisah menunjukkan Jepang tetap diganggu oleh deflasi. PPI Jepang turun 1,5 persen pada Februari.
Yen diperdagangkan di 90,03 per dolar pada pukul 11.06 WIB dan ikkei 225 Stock Average tergelincir 0,1 persen."Kesenjangan antara penawaran dan permintaan dalam ekonomi domestik belum menyusut," kata Morita Barclays Capital. "Akan sangat sulit bagi perusahaan untuk menyampaikan biaya-biaya tersebut. Itu tidak baik untuk keuntungan mereka. "
Yen melemah terhadap mata uang yang lebih tinggi suku bunganya sebelum laporan perdagangan Cina akan naik yang meningkatkan optimisme Asia. Minyak jatuh untuk hari kedua.
Yen turun 0,3 persen terhadap dolar Taiwan dan 0,5 persen terhadap mata uang Selandia Baru. Minyak turun 0,3 persen ke $ 81,12 per barel. MSCI Asia Pacific Index bernilai 122,64 pada pukul 12.25 di Tokyo, dengan empat saham turun dan 3 saham yang naik. Futures pada Standard & Poor's 500 Indeks jatuh 0,1 persen.
"Pemulihan ekonomi akan berlangsung cepat di Jepang dibanding negara lain di negara Asia Pasifik lainnya", kata Tsutomu Soma, seorang
dealer obligasi dan mata uang di Okasan Securities Co Ltd di Tokyo. Malaysia's FTSE Bursa Malaysia Index KLCI naik 0,9 persen. Malayan Banking Bhd, bank Malaysia dengan aset terbesar,naik 1,1 persen, sementara CIMB Group Holdings Bhd, naik 0,9 persen. Standard & Poor's 500 Index naik 0,2 persen kemarin di New York.
Minyak mentah untuk pengiriman April turun sebanyak 44 sen, atau 0,5 persen menjadi $ 81,05 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan diperdagangkan di $ 81,20 di Asia. American Petroleum Institute, persediaan minyak mentah AS naik 6,5 juta barel minggu lalu. USD saat ini cenderung turun terhadap AUD setelah Federal Reserve Bank of Chicago President Charles Evans mengatakan tingkat suku bunga rendah kemungkinan akan diperlukan "untuk beberapa waktu,".
Ekonomi Australia kemungkinan akan naik di atas kecepatan rata-rata tahunan selama beberapa tahun, menurut pernyataan Asisten Gubernur Reserve Bank of AustraliaPhilip Lowe mengatakan dalam sebuah pidato hari ini di Sydney. Mata uang AS turun 0,1 persen ke 91,48 sen dolar Australia.
Ringgit Malaysia naik 0,4 persen ke 3,331 per dolar, mendekati tujuh minggu tertinggi,spekulasi tanda-tanda pemulihan ekonomi lebih cepat akan mendorong
bank sentral untuk menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Won Korsel naik 0,2 persen ke 1,132.8.Perdana Menteri Yunani George Papandreou mengatakan Presiden AS Barack Obama menyatakan dukungan bagi upaya-upaya yang diambil untuk menangani krisis keuangan Yunani. Perjuangan Yunani mengurangi defisit anggaran terbesar Uni Eropa saat ini telah menghancurkan saham, obligasi dan pasar mata uang tahun ini.
Belajarforex Says :
Well, tampaknya skenario hari ini tidak banyak berubah. USD hanya melemah sesaat, lalu sore nanti, akan dipicu oleh nilai Manufacturing Production m/m Inggris yang diprediksikan akan turun nilainya, nilai USD akan menguat kembali terhadap semua mitra valas,kecuali terhadap Yen.
AUD & NZD juga sedang menunggu waktu yang tepat untuk penurunan panjang hari ini terhadap USD & Yen.
Sumber :
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















