Indeks harga konsumen Australia naik 0,6 persen dari tiga bulan sebelumnya, yang naik 0,9 persen, kata Biro Statistik di Sydney hari ini. Angka tersebut cocok dengan perkiraan 0,6 persen median dalam survei Bloomberg News dari 21 ekonom.
Inflasi inti, terkait keputusan suku bunga oleh
bank sentral, naik 0,3 persen dari kuartal sebelumnya dan 2,3 persen dari tahun sebelumnya. Para ekonom memperkirakan kenaikan kuartal-ke-kuartal sebesar 0,6 persen dan kenaikan tahunan 2,7 persen.Para trader forex bertaruh Reserve Bank of Australia akan memangkas suku bunga acuan sebesar 120 basis poin selama 12 bulan ke depan, menurut Credit Suisse Group AG indeks berdasarkan angka
swap dunia. Rapat kebijakan berikutnya RBA dijadwalkan pada 1 November mendatang.Sebanyak 13,2 persen perusahaan di Selandia Baru berharap ekonomi akan membaik dalam 12 bulan ke depan, turun dari 30,3 persen pada September, menurut survei oleh ANZ National Bank Ltd yang dirilis di Wellington hari ini. Ukuran kedua dari harapan untuk penjualan perusahaan dan laba menurun menjadi 26,1 persen, dibandingkan dengan 35,4 persen bulan lalu.
Pemimpin dari 27 anggota Uni Eropa akan bertemu dalam pertemuan 17 negara yang tergabung di Uni Eropa di Brussels hari ini.
Kemarin malam, nilai Yen sudah melewati level terkuat sejak PD 2 terhadap dollar kemarin.
Yen adalah salah satu dari safe havens yang tersisa," kata Grant Turley, analis valas senior Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Sydney. "Orang-orang senang memegang yen dalam preferensi untuk hal-hal lain. Risikonya adalah pembuat kebijakan akan mencoba membuat solusi pada pertemuan puncak Eropa hari ini".
Yen diperdagangkan di 76,10 per dolar pada 9:45 waktu Tokyo dari 76,09 di New York kemarin, ketika naik ke rekor 75,74. Mata uang Jepang turun 0,1 persen menjadi 105,93 per
euro, setelah naik 0,2 persen kemarin. Euro mencapai 1,3918 $ dari $ 1,3908.Dolar Australia turun 0,6 persen menjadi $ 1,0368.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|















