Hari ini bursa saham Jepang naik setelah Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengatakan Eropa telah sepakat untuk melakukan writedown utang Yunani dan memperluas jangkauan dari dana penyelamatan regional.Nilai saham dan indeks
Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, bank pemberi pinjaman terbesar di Jepang berdasarkan nilai pasar, naik 1,2 persen. Olympus Corp melonjak 12 persen setelah presiden perusahaan mundur di tengah skandal alih pembayaran yang telah menyebabkan kerugian lebih dari setengah nilai pasar perusahaan. Nippon Electric Glass Co anjlok 11 persen, memimpin penurunan diantara perusahaan pembuat gelas setelah perusahaan saingannya dari AS, Corning Inc mengatakan akan memotong harga.
Nikkei 225 Stock Average naik 0,5 persen menjadi 8795.28 pada sesi istirahat jam 11 siang di Tokyo. Indeks Topix naik 0,5 persen menjadi 750,14.
Bursa saham Jepang rebound dari penurunan sebelumnya setelah komentar Sarkozy meredakan kekhawatiran investor bahwa KTT Eropa kemarin gagal untuk memberikan hasil pada kerugian pemegang obligasi sebagai bagian dari bailout Yunani.
"Ada rasa prestasi dalam hal kesepakatan antar bangsa Eropa, dan sekarang pertanyaannya adalah bagaimana bank-bank dan orang-orang di Yunani akan menolak pelaksanaan rencana," kata Masahide Tanaka, analis valas senior Mizuho Trust & Banking Co,di Tokyo, sebuah unit dari bank terbesar ketiga Jepang berdasarkan nilai pasar. "Saham telah meningkat".
Standard & Poor 500 naik 0,9 persen setelah Sarkozy mengatakan investor telah sepakat untuk writedown sukarela 50 persen pada utang Yunani. Dana bailout kawasan
euro akan diperbesar empat sampai lima kali, katanya.
euro akan diperbesar empat sampai lima kali, katanya.Topix telah jatuh 17 persen tahun ini hingga kemarin karena susah payah Jepang membangun kembali dari tsunami Maret dan di tengah kekhawatiran ekonomi global akan menggagalkan tentang krisis utang Eropa dalam perlambatan di AS telah memotong harga saham pada indeks untuk 0,88 kali perkiraan nilai buku pada penutupan terakhir, dimana harga indeks saat ini sedang mendekati level terendah sejak Maret 2009.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|















