Ketenagakerjaan di AS tak terduga mengalami stagnasi pada bulan Agustus karena majikan menjadi kurang percaya diri dalam kekuatan pemulihan. Tingkat pengangguran tetap 9,1 persen.Non Farm tidak berubah bulan lalu, pembacaan terlemah sejak September 2010, setelah mencapai 85.000 di bulan Juli yang lebih kecil dari awalnya diperkirakan, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja mengatakan hari ini di Washington. Perkiraan median dalam survei Bloomberg News yang disebut untuk kenaikan 68.000. Angka-angka Agustus termasuk penurunan 48.000 dalam pekerjaan industri informasi, sebagian besar dipicu oleh PHK besar-besaran oleh perusahaan Verizon Communications Inc (VZ).
Bursa saham merosot dan Treasuries menguat karena investor merasakan ada resesi lain daripada yang lain saat NFP dirilis. Laporan ini meningkatkan tekanan pada Ketua Federal Reserve Ben S. Bernanke dan Presiden Barack Obama, untuk segera memberikan pidato pekan depan mengenai langkah-langkah untuk menciptakan pekerjaan, untuk memacu ekonomi yang tumbuh melambat hampir dua tahun setelah pemulihan dimulai.
"Ini adalah bukti lebih lanjut bahwa ekonomi sangat dekat dengan stagnasi, jika tidak mau dibilang terhenti," kata Nariman Behravesh, kepala ekonom di IHS di Lexington, Massachusetts, yang memperkirakan kenaikan sebesar 15.000. Mohamed El-Erian, CEO Pacific Investment Management Co, menyebutkan data NFP kali ini "suram dan menakutkan" dalam wawancara di Bloomberg Television.
Indeks Standard & Poor 500 turun 2,2 persen menjadi 1177.51 pada pukul 09.42 pagi di New York. Laporan ini meningkatkan pertaruhan politik untuk Obama saat dia bersiap untuk pidato dalam sebuah sesi gabungan Kongres minggu depan. Tingkat pengangguran diatas 9% juga membuat posisi Obama makin sulit saat ini, menurut sebuah jajak pendapat Universitas Quinnipiac 16-27 Agustus dari 2.730 pemilih terdaftar. Sebanyak 52% setuju kinerja kerja Obama, naik dari 46 persen pada Juli.
Langkah-langkah yang telah ditempuh Obama saat ini adalah mempertimbangkan lebih belanja infrastruktur, pajak, insentif untuk memacu penyewa, pengurangan pajak gaji untuk pengusaha, dan perubahan asuransi pengangguran untuk mensubsidi pekerja pelatihan ulang, menurut pejabat internal gedung putih.
Akibat pertengkaran politik atas anggaran dan ketakutan atas krisis utang Eropa menyebabkan S & P 500 merosot 17 persen dari 22 Juli-8 Agustus, mendorong perusahaan dan konsumen untuk memotong kembali pekerjanya. Kurangnya tenaga kerja merupakan salah satu alasan Bernanke pekan lalu mengatakan
bank sentral masih memiliki alat yang tersedia untuk merangsang pertumbuhan.
bank sentral masih memiliki alat yang tersedia untuk merangsang pertumbuhan."Kami menyerukan resesi ringan di titik ini," kata Julia Coronado, kepala ekonom untuk Amerika di BNP Paribas di New York. "Kita akan melihat QE3 secara pasti"katanya, mengacu pada putaran ketiga skala besar pembelian aset oleh Fed. "Ini membantu ekonomi untuk lebih stabil".
Ekonomi tumbuh dengan kecepatan 1 persen di kuartal kedua setelah kenaikan 0,4 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini, menurut laporan Departemen Perdagangan bulan lalu. Belanja konsumen tumbuh 0,4 persen, kenaikan terkecil sejak tiga bulan terakhir pada tahun 2009.
"Lingkungan ekonomi makro tetap sulit bagi konsumen yang terus menghadapi tingkat pengangguran yang tinggi, harga bensin yang tinggi dan juga kenaikan harga makanan"kata Richard Dreiling, ketua dan chief executive officer pada Dollar General Corp, pada teleconference dengan analis 30 Agustus lalu. Penghasilan per jam dan jam bekerja baik menurun, mengurangi pendapatan belanja konsumen yang menyumbang 70 persen ekonomi. Bank of America Corp (BAC), pemberi pinjaman terbesar di AS, akan melakukan PHK karyawannya sekitar 3500 pekerja pada kuartal ini untuk mengontrol gejolak pasar,kata Chief Executive Officer Brian T. Moynihan pada 19 Agustus.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|















