Bursa saham global jatuh untuk hari ketiga, mata uang melemah dan suku bunga untuk pinjaman disejumlah negara meningkat karena krisis utang di AS dan Eropa mungkin mengekang ekspansi ekonomi global.Pada penutupan perdagangan Jumat (29 Juli 2011) MSCI Emerging Markets Index turun 1 persen menjadi 1133,89 pada pukul 09.11 pagi di New York,atau sudah turun 1,7 persen minggu ini. Indeks turun 1,1 persen bulan ini, penurunan ketiga berturut-turut.
Peso Meksiko melemah 0,8 persen terhadap dolar setelah laporan menunjukkan ekonomi AS tumbuh kurang dari perkiraan pada kuartal kedua karena banyaknya calon konsumen AS yang kena PHK. Anggota parlemen Amerika membatalkan suara untuk meningkatkan batas hutang pada Kamis(28/7), sementara Moody Investors Service mengatakan banhwa Spanyol berpeluang terkena penurunan rating kredit.
"Investor mengambil sikap defensif," kata Paul Joseph Garcia, yang membantu dana investasi nasabah perusahaannya sebesar $15 milyar di Philippine Islands Bank di Manila.
Laporan PDB
India’s Bombay Stock Exchange Sensitive Index turun 0,1 persen pada penutupan Juli (29/7) dan sudah turun 3.4 persen dibanding bulan Januari 2011.
Shanghai Composite Index turun 0,3 persen pada Jumat(29/7), Rusia MICEX Indeks turun 1,5 persen, Indeks TAIEX Taiwan melemah 1,4 persen dan Kospi Korsel turun 1,1 persen.
Nilai Advance GDP q/q AS mencapai 1,3%, lebih rendah dari prediksi analis yang sebesar 1,7%, dan lebih tinggi dibanding data pada kuartal sebelumnya yang sebesar 0,4%.
Pembelian rumah tangga, yang menyumbang 70 persen dari perekonomian, naik 0,1 persen.
John Boehner, Ketua DPR yang juga anggota Partai Republik di AS membatalkan pemungutan suara untuk batas utang 14,3 triliun dolar AS.
Moody saat ini juga sedang mengkaji klasifikasi rating kredit Spanyol yaitu AA2. Moody merencanakan menurunkan rating itu untuk satu tingkat. Spanyol,negara keempat di Uni Eropa yang ekonominya cukup baik, sedang mencoba untuk mengendalikan lonjakan bunga utang dan meyakinkan investor bahwa negara matador itu tidak akan mengikuti Yunani, Irlandia dan Portugal dalam mencari bailout internasional.
Mata uang Lira Turki turun untuk pertama kalinya dalam empat hari, melemah 0,2 persen terhadap dolar setelah defisit perdagangan membengkak, menambah kekhawatiran bahwa langkah-langkah
bank sentral untuk membendung defisit transaksi berjalan akan gagal.
bank sentral untuk membendung defisit transaksi berjalan akan gagal.Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|















