
Terkait dengan naiknya data ekonomi AS, Mata uang Asia jatuh minggu ini, dipimpin oleh won Korea Selatan dan peso Filipina, karena kekhawatiran pinjaman kontrol ketat di Cina dan memburuknya keuangan publik di Yunani.
Investor menarik $ 608.5 juta dari dana investasi di negara berkembang menurut data EPFR Global per 27 Januari. Cina pada 27 Januari lalu memerintahkan bank di kawasan Cina untuk menyisihkan lebih banyak dana sebagai cadangan.
Bank sentral India kemarin mengangkat rasio cadangan tunai bagi bank sebesar 75 basis poin, lebih dari perkiraan ekonom.
"Semua ini berlangsung karena Yunani dan kekhawatiran tentang pengetatan Cina memicu keengganan risiko dalam mata uang Asia," kata Joanna Tan, ekonom regional pada Forecast Singapore Pte.
Won turun 0,9 persen menjadi 1,161.65 per dolar di Seoul, Peso Filipina merosot 0,7 persen dari 22 Januari lalu dan ringgit Malaysia 0,3 persen ke 3,4090.
MSCI Asia Pacific Index merosot 4,5 persen, kinerja mingguan terburuk dalam 11 bulan terakhir.
Biaya utang Yunani juga telah membengkak setelah defisit anggaran negara membengkak menjadi hampir 13 persen dari
produk domestik bruto pada tahun 2009, lebih dari empat kali batas Uni Eropa.
Komisi Eropa mengatakan bahwa Yunani pada 27 Januari lalu bahwa Yunani tidak berbuat cukup untuk mempersempit kesenjangan ekonomi.
"Ini lebih risiko keengganan dari ekuitas dan sebagian merupakan safe haven dimana dollar menjadi favorit yang layak dipegang" kata Faizal Yussof, analis valas di Investment Bank Bhd di Kuala Lumpur. " Jika Cina normal-normal saja maka pemulihan akan berjalan dengan lancar".
Reserve Bank of India kemarin meningkatkan rasio cadangan kas untuk 5,75 persen dari 5 persen, lebih dari setengah poin prakiraan peningkatan oleh semua kecuali dua dari 25 ekonom dalam survei Bloomberg. Gubernur bank sentral Duvvuri Subbarao mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa "mendapatkan momentum" di tahun berikutnya dan "memperkuat" tekanan
inflasi.
Rupee India turun 0,1 persen ke 46,1782 minggu ini terhadap dolar, menandai penurunan lurus ketiga. Dolar Singapura turun 0,2 persen menjadi S $ 1,4072 dan baht Thailand turun 0,5 persen ke 33,19. Dolar Taiwan dan China's yuan yang sedikit berubah di NT $ 31,99 dan 6,8268, masing-masing.
Belajarforex Says :
Bukan cuma mata uang Eropa saja yang mengalami pelemahan dari krisis di Yunani dan efek dari Cina, tetapi juga mata uang Asia. Semoga saja minggu ini dollar bisa koreksi turun dan mata uang Eropa dan Asia bisa menguat.
Sumber :
Bloomberg.com
Investor menarik $ 608.5 juta dari dana investasi di negara berkembang menurut data EPFR Global per 27 Januari. Cina pada 27 Januari lalu memerintahkan bank di kawasan Cina untuk menyisihkan lebih banyak dana sebagai cadangan.
Bank sentral India kemarin mengangkat rasio cadangan tunai bagi bank sebesar 75 basis poin, lebih dari perkiraan ekonom. "Semua ini berlangsung karena Yunani dan kekhawatiran tentang pengetatan Cina memicu keengganan risiko dalam mata uang Asia," kata Joanna Tan, ekonom regional pada Forecast Singapore Pte.
Won turun 0,9 persen menjadi 1,161.65 per dolar di Seoul, Peso Filipina merosot 0,7 persen dari 22 Januari lalu dan ringgit Malaysia 0,3 persen ke 3,4090.
MSCI Asia Pacific Index merosot 4,5 persen, kinerja mingguan terburuk dalam 11 bulan terakhir.
Biaya utang Yunani juga telah membengkak setelah defisit anggaran negara membengkak menjadi hampir 13 persen dari
produk domestik bruto pada tahun 2009, lebih dari empat kali batas Uni Eropa.
Komisi Eropa mengatakan bahwa Yunani pada 27 Januari lalu bahwa Yunani tidak berbuat cukup untuk mempersempit kesenjangan ekonomi."Ini lebih risiko keengganan dari ekuitas dan sebagian merupakan safe haven dimana dollar menjadi favorit yang layak dipegang" kata Faizal Yussof, analis valas di Investment Bank Bhd di Kuala Lumpur. " Jika Cina normal-normal saja maka pemulihan akan berjalan dengan lancar".
Reserve Bank of India kemarin meningkatkan rasio cadangan kas untuk 5,75 persen dari 5 persen, lebih dari setengah poin prakiraan peningkatan oleh semua kecuali dua dari 25 ekonom dalam survei Bloomberg. Gubernur bank sentral Duvvuri Subbarao mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa "mendapatkan momentum" di tahun berikutnya dan "memperkuat" tekanan
inflasi. Rupee India turun 0,1 persen ke 46,1782 minggu ini terhadap dolar, menandai penurunan lurus ketiga. Dolar Singapura turun 0,2 persen menjadi S $ 1,4072 dan baht Thailand turun 0,5 persen ke 33,19. Dolar Taiwan dan China's yuan yang sedikit berubah di NT $ 31,99 dan 6,8268, masing-masing.
Belajarforex Says :
Bukan cuma mata uang Eropa saja yang mengalami pelemahan dari krisis di Yunani dan efek dari Cina, tetapi juga mata uang Asia. Semoga saja minggu ini dollar bisa koreksi turun dan mata uang Eropa dan Asia bisa menguat.
Sumber :
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|














