Hari ini bursa saham Eropa jatuh diikuti penurunan bursa berjangka Amerika dan naiknya dollar dan harga minyak dunia setelah Presiden Mesir Hosni Mubarak menantang panggilan untuk pengunduran dirinya dan juga muncul berita turunnya pendapatan perusahaan-perusahaan besar di Asia.
MSCI World Index jatuh 0,5 persen pada jam 6:20 pagi di New York, dan 500 Standard & Poor's Indeks berjangka drop 0,6%. Dolar menguat terhadap semua mitra valas utama dan bunga Treasury durasi 10 tahun turun empat basis poin menjadi 3,66 persen. Yield obligasi 10-tahun Mesir melonjak 27 basis poin. Minyak naik 1,1 persen di London.
Mubarak menyerahkan kekuasaan sehari-hari kepada Wakil Presiden Omar Suleiman sampai mendekati waktu Pemilu bulan September, mendorong Presiden AS Barack Obama untuk mendesak pemerintah Mesir untuk mengambil langkah lebih lanjut untuk menyelesaikan krisis.
Sebanyak 56% perusahaan-perusahaan Asia mengalami keuntungan yang nilainya dibawah prediksi analis. "Perkembangan terakhir di Mesir akan menjadi sentimen negatif untuk pasar," kata Kelvin Tay, analis investasi untuk UBS Wealth Management Singapura,dalam sebuah wawancara televisi Bloomberg.
Stoxx Eropa 600 Indeks turun 0,6 persen karena perbandingan saham naik dan turun adalah 2:3. Harga saham Nokia Ojy jatuh 9,9 persen,ThyssenKrupp AG turun 2,4 persen, L'Oreal SA,perusahaan besar pembuat kosmetik turun 4,8 persen.MSCI Asia Pacific Index kecuali Jepang tenggelam 1 persen.
Defisit perdagangan AS diprediksikan akan bertambah karena biaya impor minyak naik, kata ekonom.Dolar menguat 0,6 persen terhadap
euro dan naik 0,4 persen terhadap yen. Dolar Australia turun di bawah $1.0 untuk pertama kalinya dalam lebih dari seminggu,
depresiasi 0,6 persen, setelah Gubernur bank Glenn Stevens mengatakan bahwa adalah masuk akal untuk mempertahankan suku bunga 4,75% untuk beberapa waktu kedepan.
Akibat krisis, yield obligasi Mesir durasi 2020 melonjak menjadi 6,77 persen, tertinggi dalam hampir dua minggu. "Krisis di Mesir dapat mengambil nada yang lebih mengancam, meningkatkan
resiko gangguan dengan Terusan Suez dan pipa Suez-Mediterania," tulis JBC Energy, sebuah perusahaan riset yang berbasis di Wina, hari ini dalam laporan.
Kapas naik 2,7 persen menjadi $ 1,9263, gula mentah melonjak 0,2 persen dan gandum naik 0,7 persen.
Di Eropa, Yunani mengikuti jejak Italia yang membutuhkan dana bantuan dan tidak sanggup menuruti permintaan Jerman untuk melakukan pengurangan defisit signifikan pada 2013 mendatang. "Semua negara anggota kecuali dua sudah menerima usulan tersebut," kata seorang pejabat Uni Eropa. Yunani saat ini sudah mendapat bantuan 110 miliar euro, menyalip Italia yang sudah berhutang besar pada tahun 2007.
Sumber
Bloomberg.com
MSCI World Index jatuh 0,5 persen pada jam 6:20 pagi di New York, dan 500 Standard & Poor's Indeks berjangka drop 0,6%. Dolar menguat terhadap semua mitra valas utama dan bunga Treasury durasi 10 tahun turun empat basis poin menjadi 3,66 persen. Yield obligasi 10-tahun Mesir melonjak 27 basis poin. Minyak naik 1,1 persen di London.
Mubarak menyerahkan kekuasaan sehari-hari kepada Wakil Presiden Omar Suleiman sampai mendekati waktu Pemilu bulan September, mendorong Presiden AS Barack Obama untuk mendesak pemerintah Mesir untuk mengambil langkah lebih lanjut untuk menyelesaikan krisis.
Sebanyak 56% perusahaan-perusahaan Asia mengalami keuntungan yang nilainya dibawah prediksi analis. "Perkembangan terakhir di Mesir akan menjadi sentimen negatif untuk pasar," kata Kelvin Tay, analis investasi untuk UBS Wealth Management Singapura,dalam sebuah wawancara televisi Bloomberg.
Stoxx Eropa 600 Indeks turun 0,6 persen karena perbandingan saham naik dan turun adalah 2:3. Harga saham Nokia Ojy jatuh 9,9 persen,ThyssenKrupp AG turun 2,4 persen, L'Oreal SA,perusahaan besar pembuat kosmetik turun 4,8 persen.MSCI Asia Pacific Index kecuali Jepang tenggelam 1 persen.
Defisit perdagangan AS diprediksikan akan bertambah karena biaya impor minyak naik, kata ekonom.Dolar menguat 0,6 persen terhadap
euro dan naik 0,4 persen terhadap yen. Dolar Australia turun di bawah $1.0 untuk pertama kalinya dalam lebih dari seminggu,
depresiasi 0,6 persen, setelah Gubernur bank Glenn Stevens mengatakan bahwa adalah masuk akal untuk mempertahankan suku bunga 4,75% untuk beberapa waktu kedepan.Akibat krisis, yield obligasi Mesir durasi 2020 melonjak menjadi 6,77 persen, tertinggi dalam hampir dua minggu. "Krisis di Mesir dapat mengambil nada yang lebih mengancam, meningkatkan
resiko gangguan dengan Terusan Suez dan pipa Suez-Mediterania," tulis JBC Energy, sebuah perusahaan riset yang berbasis di Wina, hari ini dalam laporan.Kapas naik 2,7 persen menjadi $ 1,9263, gula mentah melonjak 0,2 persen dan gandum naik 0,7 persen.
Di Eropa, Yunani mengikuti jejak Italia yang membutuhkan dana bantuan dan tidak sanggup menuruti permintaan Jerman untuk melakukan pengurangan defisit signifikan pada 2013 mendatang. "Semua negara anggota kecuali dua sudah menerima usulan tersebut," kata seorang pejabat Uni Eropa. Yunani saat ini sudah mendapat bantuan 110 miliar euro, menyalip Italia yang sudah berhutang besar pada tahun 2007.
Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















