Gubernur BoE Mervyn King mungkin menyimpang jauh dari seluruh negara-negara Uni Eropa lainnya saat ini karena akan mengumumkan tingkat suku bunga rendah untuk membantu pemulihan dan menjaga terhadap ancaman tertularnya negara itu dari krisis utang Yunani. Komite Kebijakan Moneter yang berisi 9 anggota akan mengumumkan tetap suku bunga sebesar 0,5%, menurut prediksi 51 ekonom dalam survei Bloomberg News. Mereka akan mengumumkan keputusan pada siang hari di London, 45 menit sebelum
Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini, menurut sebuah survei terpisah.Beberapa perusahaan besar seperti Bombardier Inc memberhentikan banyak pekerja dan pengecer Thorntons Plc dan Carpetright Plc menutup toko. King bertahan dalam toleransinya bahwa
inflasi yang melonjak dapat membantu pemulihan ekonomi. Dia membela pendiriannya pada tanggal 28 Juni, mengatakan bank dapat menunda menaikkan suku bunga jika ada suatu
resiko yang "tidak diinginkan volatilitas dan dalam output" dan juga memperingatkan ancaman ke Inggris dari krisis utang di kawasan
euro.
inflasi yang melonjak dapat membantu pemulihan ekonomi. Dia membela pendiriannya pada tanggal 28 Juni, mengatakan bank dapat menunda menaikkan suku bunga jika ada suatu
resiko yang "tidak diinginkan volatilitas dan dalam output" dan juga memperingatkan ancaman ke Inggris dari krisis utang di kawasan
euro."Gubernur telah membuat kasus yang jelas untuk menjaga suku bunga dan tidak melakukan pengetatan kebijakan untuk menurunkan tingkat inflasi terlalu cepat"kata Philip Shaw, kepala ekonom di Investec Securities di London. "Kami melihat kenaikan diprediksikan akan dilaksakan pada November mendatang".
Bank of England juga akan mengadakan program pembelian obligasi senilai 200 miliar pound ($ 320 miliar), menurut prediksi 32 ekonom dalam survei Bloomberg.
'Volatilitas'
ECB akan menaikan suku bunga acuan menjadi 1,5 persen, tertinggi sejak Maret 2009. Swedia menaikkan suku bunga acuan pembelian kembali untuk 2 persen pada 5 Juli, dan diluar Eropa,Bank Rakyat China menaikkan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya tahun ini kemarin.
Investor mendorong kembali harapan untuk kenaikan suku bunga Inggris pada Mei 2012 mendatang. Sebulan yang lalu, mereka bertaruh pada kenaikan suku bunga pada Februari 2012 mendatang. National Australia Bank, Citigroup Inc, Deutsche Bank AG dan Nomura Holdings Inc merevisi perkiraan tingkat-kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Pound telah jatuh terhadap semua 16 mata uang utama dalam analis Bloomberg dalam tiga bulan terakhir. Pound diperdagangkan pada $ 1,5973 terhadap dolar pada 8:25 di London, turun 0,2 persen dari kemarin.
Perkembangan Ekonomi
Inflasi Inggris akan tumbuh 0,5 persen pada kuartal pertama, penjualan ritel turun 1,4 persen pada Mei karena onsumen bergulat dengan inflasi lebih cepat, pengetatan fiskal terbesar sejak Perang Dunia II dan tanda-tanda pasar tenaga kerja yang berada di bawah tekanan.
"Tidak ada bukti bahwa konsumen semakin lebih baik," kata David Tinsley, ekonom di National Australia Bank di London dan mantan pejabat bank sentral. "Bank ini tidak datang di bawah tekanan apapun untuk peningkatan suku bunga".
GBP sudah melemah 25% terhadap dollar.
"Meskipun inflasi akan mendekati 5 persen dalam waktu dekat, akan di bawah target pada 2012," kata Vicky Redwood, ekonom pada Capital Economics Ltd di London dan seorang mantan pejabat bank sentral yang tidak ada perkiraan kenaikan suku bunga hingga 2013 mendatang. " Data yang lemah dan lambat dari survei CIPS mensyaratkan tidak ada kenaikan suku bunga oleh BoE".
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|















