
Euro saat ini cenderung melemah setelah koran Independent menulis George Soros, salah satu investor terkemuka di dunia, percaya bahwa euro mungkin "tidak akan bertahan hidup".Soros menjadi terkenal sebagai "orang yang melanggar Bank of England" dan membuat dana taruhan $ 1 miliar dengan bertaruh terhadap pound selama krisis ERM tahun 1992.
"Sentimen di Eropa dan Inggris masih sangat negatif dan pasar cenderung masih mendukung euro dan menjual
sterling yang lebih "buruk rupa" kata Marc Chandler,analis senior pada Brown Brothers Harriman & Co, menulis dalam sebuah catatan penelitian tanggal hari ini. "Euro tidak mampu memecahkan $ 1,3450 daerah ini, tetapi kita mencari tahu apa yang terjadi minggu ini karena euro tetap rentan terhadap kegugupan lebih lanjut mengenai Yunani." Euro dibeli 1,4635 franc dari 1,4636 franc di New York kemarin. Mata uang tunggal Eropa turun menjadi 1,4618 franc pada 23 Feb, nilai terendah sejak 10 Maret.
Hari ini Pound juga cenderung turun untuk hari keenam terhadap dolar di tengah kekhawatiran ketidakpastian politik akan menghambat upaya-upaya untuk mengurangi hutang Inggris. Mata uang melemah terhadap semua 16 dari rekan-rekan paling aktif setelah jajak pendapat memperlihatkan Inggris mungkin memiliki pemerintahan minoritas pertama sejak tahun 1974 dan jelang laporan keyakinan konsumen terhenti pada bulan Februari. Euro diperdagangkan rendah dalam hampir setahun terhadap Swiss franc karena spekulasi masalah Yunani yang belum terselesaikan jelang pertemuan Perdana Menteri George Papandreou & Kanselir Jerman Angela Merkel pada 5 Maret mendatang.
Belajarforex Says :
Secara total, GBP sudah turun 1600 poin lebih dari bulan Januari lalu terhadap USD. Bayangkan saja, pada 22 Januari, Pound sempat bertengger di $1,647 dan kemarin pada 1 Maret 2010 GBP menyentuh level terendah "supranatural" nya ke level $1,48. Terhadap Yen juga tak kalah hebohnya, sempat menyentuh level 150,7 Yen pada 4 Januari dan menyentuh 132.02 Yen kemarin, atau ada penurunan 1800 poin dalam waktu 2 bulan terakhir.
Euro juga sama, tapi tidak separah GBP. Sempat mencapai $1,456 pada 13 Januari lalu "ambruk" $1,346 kemarin atau sudah turun 1100 poin terhadap USD. Euro juga sempat ke level 134.35 Yen pada 13 Januari lalu drop ke 119.65 Yen pada 25 Februari lalu atau sudah turun 1400 poin lebih. Keadaan negatif yang fantastis, sejak jatuhnya Lehman Brothers 2008 lalu.
Sumber :
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















