Saat
ini nilai saham-saham Asia sedang terjun dalam lebih dari tujuh
minggu. Sementara itu nilai tembaga dan minyak turun setelah China
memberi perintah kepada bank lokal untuk menaikan cadangan mata uang
dalam upaya untuk mengontrol pertumbuhan ekonomi dan membendung
inflasi.
MSCI Asia Pacific Index menukik 1,5 persen ke 124,56 pada pukul 5.03 sore di Tokyo, dikarenakan sejumlah saham perbankan dan produsen komoditas mengalami penurunan. Nilai tembaga turun 1 persen dan minyak turun 0,8 persen. Eropa Dow Jones Stoxx 600 turun 0,2 persen menjadi 255,93 pada pukul 8:03 pagi di London. Para investor sebenarnya semakin bergairah setelah China menaikkan rasio cadangan bank. Biaya asuransi terhadap kebangrutan negara-negara di Asia bangkit dan Indonesia berada dalam antrian yang membutuhkan dana segar.
"Meningkatnya persyaratan cadangan oleh bank Cina membebani pada eksposur yang berhubungan dengan komoditas. Komoditas yang sangat bergantung pada ekonomi Cina". Futures pada Standard & Poor's 500 Index turun 0,9 persen dalam perdagangan biasa.
Keputusan tak terduga
China's
Shanghai Composite Index jatuh 3,1 persen dan Hong Kong's Hang Seng
Index turun 2,3 persen, terbesar sejak 27 November lalu, lebih
disebabkan karena
bank sentral Cina tak terduga berencana menaikan
tingkat suku bunga.
"Ini menandakan pemerintah keluar dari kebijakan moneter yang terlalu longgar diberlakukan tahun lalu," ujar Yan Ji, yang membantu mengawasi $ 1,2 milyar di HSBC Jintrust Fund Management Co di Shanghai. "Kami mengharapkan satu kali kenaikan suku bunga pada semester kedua tahun ini."
Saham Industrial & Commercial Bank of China Ltd, turun 4,7 persen menjadi 5,09 yuan di Shanghai dan China Construction Bank Corp turun 5 persen menjadi 5,86 yuan. Saham Baoshan Iron & Steel Co, pembuat baja terbesar Cina, turun 3,8 persen menjadi 8,66 yuan setelah Morgan Stanley memangkas rating pada baja Cina.
Saham Google turun
Saham
dari Google Inc, pemilik mesin pencarian Internet yang paling
populer, turun 1,1 persen di AS setelah jam perdagangan. Turunnya
saham Gogle hari ini lebih disebabkan karena Gogle menutup situs Web
nya di Cina setelah beberapa serangan hacker lokal Cina telah
berhasil memperoleh akses ke
account e-mail dari aktivis hak asasi
manusia. Kontrasnya, saingan Gogle di Cina, Baidu Inc, operator cina
paling populer di mesin pencari online, naik 7 persen menjadi $
413,52 setelah jam kerja Cina selesai hari ini.
Produsen Komoditi
Saham produsen komoditas Asia dikhawatirkan akan menurun besok. Beberapa saham produsen komoditas yang turun adalah Korea Zinc Co jatuh 4,9 persen ke ₩ 193.000. CNOOC Ltd, produsen minyak lepas pantai Cina terbesar, turun 5 persen menjadi HK $ 12,52. Alumina Ltd turun 3,1 persen menjadi A $ 1,90 di Sydney.
Tembaga untuk pengiriman tiga bulan di London turun 1,4 persen ke $ 7.348 per metrik ton. Tembaga untuk pengiriman Maret di New York kemarin turun 2,7 persen, kerugian terbesar sejak 1 Oktober. Aluminium untuk pengiriman April di Shanghai turun 3,9 persen, setelah sebelumnya merosot 5 persen dari kemarin.
Tanaman komoditas
Jagung untuk pengiriman Maret di Chicago turun 3,4 persen menjadi $ 3,79. Minyak mentah untuk pengiriman Februari turun sebanyak 1,3 persen ke $ 79,78 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, turun dari level $ 80,02.
"Pengetatan di Cina adalah pemangkasan harapan bahwa kita memiliki lebih banyak pertumbuhan di jalan, dan pasar akan kurang didukung," kata Sebastien Barbe, analis senior valas Calyon"Itu berarti semua dukungan dari Cina pada tahun terakhir akan moderat untuk Asia."
Dominique
Strauss-Kahn, managing director International Monetary Fund,
mengatakan pada September 2009 bahwa Cina akan memainkan peran yang
lebih besar dalam membentuk pemulihan yang berkelanjutan dari resesi
global. IMF telah memperkirakan pertumbuhan 9 persen untuk Cina tahun
ini 6,5 persen untuk India mengalahkan prediksi untuk negara
G7 yang
rata-rata hanya 1,25 persen pada tahun 2010.
Indonesia kemarin menjual Obligasi durasi 10 tahun senilai $ 2 milyar untuk kebutuhan dalam negeri.
Sumber :
Bloomberg.com (13 Januari 2010, 17.48 WIB)
| < Prev | Next > |
|---|















