Menteri
Keuangan Jepang yang baru menjabat, Naoto Kan mengatakan bahwa ia
ingin melemahkan mata uang "sedikit lagi," dan berjanji
untuk memantau tingkat suku bunga. "Kami akan melakukan upaya
untuk membuat yen ke tingkat yang tepat sambil mempertimbangkan
berbagai dampak terhadap perekonomian yang mungkin disebabkan oleh
mata uang," kata Kan dalam konferensi pers perdana di Tokyo hari
ini. Sementara yen mengalami koreksi besar sejak mencapai 14 tahun.
Kan menambahkan "Saya berharap ini akan benar sedikit lebih
lagi," katanya.
Pernyataan kan mencerminkan keprihatinan bahwa yen, yang telah meningkat 18 persen terhadap dolar dalam dua tahun terakhir, akan melukai eksportir dan menahan pemulihan dari resesi pasca perang. Sikap tersebut dapat membuat pembuat kebijakan untuk intervensi di pasar valuta asing untuk pertama kalinya sejak tahun 2004 yang mengharuskan Yen menguat. Terhadap dolar, yen turun 0,5 persen ke 92,75 di Tokyo pada pukul 4.18. Kan mengatakan bahwa produsen berpikir bahwa kisaran 90 sampai 95 adalah tepat. "Jika dolar-yen turun di bawah 90 lagi, kita akan melihat semacam reaksi dari pemerintah dan bank sentral," kata Keiko Onogi, ahli strategi di Tokyo pada Daiwa Securities SMBC Co
Pengamatan BoJ
Kan,
sebelumnya wakil perdana menteri memangku jabatan sebagai Menkeu
Jepang setelah pengunduran diri Hirohisa Fujii, juga mengatakan ia
akan bekerja sama dengan Bank of Japan untuk memonitor Yen. Tahun
lalu ia mendesak
bank sentral untuk meningkatkan jumlah uang yang
beredar dimasyarakat untuk memerangi deflasi, dan setelah itu program
kredit 10 triliun yen ($ 112 miliar) dikucurkan.
Kan berlawanan dengan Fuji (yang menjabat sebagai Menkeu dari bulan 1993). Fuji lebih suka Yen yang kuat ketimbang Kan yang menyukai pelemahan Yen.Fujii mengatakan pada bulan September itu "masuk akal" bahwa nilai tukar yang lebih rendah membantu eksportir, dan intervensi pasar yang dapat "menghancurkan ekonomi bebas." Setelah yen melonjak, ia memperingatkan pada bulan November bahwa Jepang sudah siap untuk bertindak untuk menghentikan penguatan Yen.
Pertemuan
G7
Kan akan menghadiri pertemuan G7 di Kanada pada bulan Februari mendatang.
Pada 26 November 2009, senilai 84.80 Yen per dollar. Departemen Keuangan, melalui Bank of Japan, bertanggung jawab atas membeli atau menjual Yen, dan setelah 2004, Depkeu tidak bertanggung jawab lagi untuk membeli Yen.
Fuji, 77 tahun, mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan proses penyelesaian proposal anggaran 2010. Fuji juga menghindarkan pemerintah untuk membeli obligasi senilai 44 trilyun Yen atau setara dengan $ 480 milyar.
Kan mengatakan hari ini bahwa Perdana Menteri pemerintahan Yukio Hatoyama telah mendapatkan kepercayaan dari pasar obligasi untuk membatasi penjualan obligasi Jepang. Kan juga mengatakan bahwa ia ingin menggunakan kebijakan anggaran untuk membantu Jepang keluar dari resesi.
Tantangan Ekonomi
Ekonomi Jepang telah diganggu oleh menyusutnya penduduk dan deflasi yang telah melilit selama 13 tahun, dan penurunan harga signifikan 1994. Berturut-turut upaya stimulus fiskal telah menyebabkan utang melambung, yang nilainya akan meningkat menjadi 246 persen dari GDP pada tahun 2014 menurut analis IMF. Penurunan harga pabrik mengancam akan mengikis pendapatan, menurut pernyataan Wakil Ketua Sony Corp, Ryoji Chubachi kepada wartawan di Tokyo pada 5 Januari lalu.
"Mengingat keadaan perusahaan-perusahaan Jepang, saya memiliki kesan bahwa tingkat mata uang terlalu tinggi," menurut statement dari Katsuhiko Machida, chief executive Sharp Corp,produsen tv plasma terbesar di Jepangmengatakan di Tokyo kemarin. "Itu bisa melemahkan Yen hingga 100 yen per dolar."
Kan, 63, adalah menteri kesehatan pada tahun 1996. Popularitasnya naik ketika ia menangani 5000 penderita HIV di Jepang dengan baik.
Performa Kan
Sebagai wakil perdana menteri dan Menteri Ekonomi dan Kebijakan Fiskal, Kan dengan suara lantang dalam membahas tantangan ekonomi bangsa, menekan Bank of Japan untuk meningkatkan upaya untuk mengakhiri deflasi, dan memihak pada kelompok yang mendukung pelemahan Yen dan mendukung eksportir agar lebih berani berusaha. Pada 17 Desember lalu, ia mengatakan bahwa mata uang Jepang yang lebih lemah adalah "baik" dan bahwa ia senang bahwa Yen terus kuat sejak 14 tahun terakhir.
Sumber :
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601087&sid=aV9RdpSl6M3E&pos=2











