
Menteri Keuangan Jepang, Naoto Kan mendukung pemerintah untuk mendukung perekonomian di bawah ancaman dari penurunan harga dengan cara penguatan Yen.
"Kami akan bekerja sama dengan Bank of Jepang untuk mengambil pendekatan yang komprehensif dan mengatasi deflasi," Kan mengatakan dalam sebuah pidato di Tokyo hari ini sebagai musyawarah di parlemen dan pembicaraan anggaran 92.3 triliun yen ($ 1 triliun) mulai 1 April mendatang.
Sejak menjabat pada Jan 7, kepala keuangan mengatakan Gubernur Bank Jepang Masaaki Shirakawa dapat berbuat lebih banyak untuk pengeluaran stimulus setelah Standard and Poor's memotong rating Jepang.
"Kami berharap
bank sentral untuk mendukung ekonomi yang sesuai dan fleksibel melalui kebijakan moneter dengan tetap menjaga hubungan antar lembaga keuangan".
Shirakawa mengatakan minggu ini bank ingin mengatasi deflasi secepat mungkin dan akan mematuhi aturan Bank of Japan.
Belajarforex Says :
Produsen, eksportir dan pelaku bisnis Jepang mengharap nilai Yen berada di kisaran 90 - 92 Yen saja. Syarat pemulihan ekonomi adalah dengan memakai Yen untuk tujuan pendanaan.
"Kami akan bekerja sama dengan Bank of Jepang untuk mengambil pendekatan yang komprehensif dan mengatasi deflasi," Kan mengatakan dalam sebuah pidato di Tokyo hari ini sebagai musyawarah di parlemen dan pembicaraan anggaran 92.3 triliun yen ($ 1 triliun) mulai 1 April mendatang.
Sejak menjabat pada Jan 7, kepala keuangan mengatakan Gubernur Bank Jepang Masaaki Shirakawa dapat berbuat lebih banyak untuk pengeluaran stimulus setelah Standard and Poor's memotong rating Jepang.
"Kami berharap
bank sentral untuk mendukung ekonomi yang sesuai dan fleksibel melalui kebijakan moneter dengan tetap menjaga hubungan antar lembaga keuangan".Shirakawa mengatakan minggu ini bank ingin mengatasi deflasi secepat mungkin dan akan mematuhi aturan Bank of Japan.
Belajarforex Says :
Produsen, eksportir dan pelaku bisnis Jepang mengharap nilai Yen berada di kisaran 90 - 92 Yen saja. Syarat pemulihan ekonomi adalah dengan memakai Yen untuk tujuan pendanaan.
Sumber :
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|














