Pada saaat sesi Eropa, nilai
Euro melemah terhadap dolar karena harga saham jatuh sebelum pemungutan suara pada rencana penghematan Italia dan diumumkannya hasil tes stres bank-bank di Uni Eropa.Dolar naik versus 15 mitra valas utama yang dilacak oleh Bloomberg, terutama terhadap euro dan Ausi, karena para investor mencari aset yang paling aman. USD melemah sebelumnya setelah Standard & Poor, sebagai perusahaan pemeringkat kedua dibawah Moody, akan memangkas rating kredit AS. Swiss franc menguat kerekor tertinggi terhadap euro setelah ada rumor Italia sedang mengikuti jejak Yunani yaitu kebangkrutan.
"Langkah signifikan di sini adalah bukan apa yang terjadi di AS, tetapi apa yang terjadi di euro," kata Steven Saywell, kepala analis valas untuk Eropa di BNP Paribas SA. "Sampai kita mendapatkan respon kebijakan yang berhasil, euro akan tetap rentan. Krisis utang Eropa membuat kita sangat gugup tentang prospek kenaikan euro, dan itu jelas yang akan terjadi di pasar valas".
Euro turun 0,3 persen menjadi $ 1,4103 pada 8:25 pagi di London, setelah sebelumnya naik sebanyak 0,4 persen menjadi $ 1,42. Euro turun 0,2 persen menjadi 111,70 ¥, dan diperdagangkan di 1,15286 franc Swiss, setelah mencapai rekor terendah 1,14945 kemarin.
Dollar mencapai 79,22 ¥, dari 80,64 ¥ minggu lalu.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|















