Perdana Menteri Yunani George Papandreou saat ini terus berjuang untuk meyakinkan investor bahwa dia dapat melaksanakan rencana penghematan $ 112 milyar saat mencapai pemungutan suara final hari ini dan besok. Suasana diluar gedung parlemen juga tak kalah panasnya dimana para demonstran Yunani makin "menggila" dan ganas. Tak kurang puluhan pria dan wanita pekerja Athena melakukan demo dan menyerang polisi yang telah berjaga-jaga sejak pagi.Setelah mencapai kemenangan dalam RUU pengaturan strategi pemotongan anggaran, Papandreou hari ini harus memenangkan pemungutan suara kedua untuk mengeksekusi langkah-langkah seperti kenaikan pajak dan penjualan aset. Ini mungkin lebih mudah daripada menimpakan rencana tersebut pada perekonomian yang terperangkap dalam resesi yang penduduknya sudah bertahan lama sabar pedapatannya dipotong paksa oleh pemerintah Yunani.
Sebuah pemogokan massal dan aksi protes lebih dari 20.000 orang telah melumpuhkan pusat Athena selama dua hari terakhir dan juga bertikai dengan polisi diluar Parlemen karena mendengar lulusnya proposal Papandreou. Sementara saat ini persetujuan akan membuka jalan bagi Yunani untuk mengamankan tahap kelima dana bantuan dari Uni Eropa untuk mencegah default.
DPR Yunani kemarin membutuhkan perlindungan polisi anti huru hara yang sudah terbiasa menggunakan gas air mata dalam bentrokan dengan para demonstran Yunani. Sebuah kebakaran di Kantor Pos Yunani, di lantai dasar bangunan perumahan kementerian keuangan sudah disiram air oleh pemadam kebakaran.
Polisi mengatakan 31 petugas dan 30 demonstran terluka. Pada pukul 19:00 waktu Athena kemarin, sebuah mobil van meledak.
Bentrokan menggarisbawahi tantangan yang dihadapi Papandreou untuk memenuhi persyaratan Eropa untuk memaksakan penghematan pada rakyat Yunani.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|















