Hari ini mata uang Asia jatuh, misalnya dolar Singapura dan baht Thailand,karena dikuatirkan pejabat
bank sentral diseluruh dunia akan mengikuti China dan Taiwan dalam menerapkan kontrol modal untuk mengekang arus masuk karena tindakan Amerika memompa uang untuk ekonominya.
Kemarin Cina sudah memaksa bank-bank lokal menahan pertukaran valas tingkat tinggi, dan Taiwan mengatakan akan membatasi investasi luar negeri di pulau itu yang akan menimbulkan utang dan terciptanya pasar uang."Ada kekhawatiran di negara berkembang akan masuk hot money yang sangat besar"kata Mitul Kotecha, kepala analis mata uang global di Credit Agricole CIB di Hong Kong. "Akan sulit dikendalikan".
Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa ekonomi Asia mungkin perlu mengambil langkah-langkah yang diperlukan karena pelonggaran moneter di AS mengancam pasar dengan terciptanya gelembung aset.
Dolar Singapura jatuh 0,3 persen menjadi S $ 1,2872 terhadap dollar Amerika pukul 4:56 sore di Singapura, baht Thailand turun 0,2 persen menjadi 29,58 dan rupee India turun 0,1 persen menjadi 44,30.
Komisi Pengawas Keuangan Taiwan sudah mematok "hanya" 30% dari dana global saja yang bisa masuk ke Taiwan. Korea Selatan juga merasa perlu untuk mendinginkan arus masuk modal asing yang berlebihan ke dalam pasar saham untuk melindungi sistem keuangan, kata pejabat bank sentral Korea 4 November lalu.
Federasi Industri Thailand meminta pemerintah lokal untuk melakukan intervensi penguatan Baht yang berlebihan akhir-akhir ini, yaitu pada level 29,46 hari ini.
"Bisnis operator tidak dapat menyesuaikan diri karena baht bergerak terlalu berlebihan," kata Payungsak Chartsutipol, ketua kelompok, di Bangkok hari ini. "Kami ingin pemerintah untuk menerapkan tindakan yang lebih keras, seperti pajak pada arus masuk jangka pendek."
Kekhawatiran bahwa pelonggaran kuantitatif oleh AS akan mengakibatkan lonjakan arus modal untuk pasar negara berkembang telah berlebihan,menurut pernyataan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick.
Beberapa keprihatinan telah dilebih-lebihkan," kata Zoellick dalam sebuah wawancara televisi Bloomberg di Singapura hari ini. "Bahkan jika Anda tidak memiliki pelonggaran kuantitatif, selama Anda memiliki tingkat pertumbuhan yang berbeda anda akan melihat aliran modal yamh cukup membantu".
Dana Moneter Internasional memprediksikan pada 6 Oktober lalu bahwa ekonomi negara berkembang Asia akan mencapai 9,4 persen pada tahun 2010, melampaui laju 2,7 persen di negara-negara maju.
Pertemuan G20
Won Korea Selatan naik setelah investor luar negeri menambah kepemilikan saham menjelang pertemuan G20 dimulai di Seoul besok.Won menguat 0,3 persen menjadi 1,110.26 per dolar, membalikkan kerugian sebanyak 0,5 persen, setelah Bank Rakyat China menetapkan tarif referensi yuan 0,2 persen lebih kuat pada rekor 6,6450.
Trade
Balance Cina saat diumumkan hari ini mencapai $27 milyar untuk bulan Oktober.
Di tempat lain, Taiwan dolar naik 0,1 persen menjadi NT $ 30,600 dan rupiah Indonesia menguat 0,2 persen menjadi 8.893. Peso Filipina di 43.37.
Yen melemah terhadap mata uang yang lebih tinggi nilainya karena laporan yang menunjukkan pemulihan kawasan Asia-Pasifik sudah mendapat momentum.Mata uang Jepang turun versus 15 dari 16 mata uang utama setelah China melaporkan surplus perdagangan lebih besar dari perkiraan dan data Filipina menunjukkan ekspor naik dengan kecepatan diatas rekor. "Pertumbuhan ekonomi Asia masih terlihat agak kuat," kata Yoh Nihei, manajer sekuritas di Tokai Tokyo Securities Co.
Yen melemah menjadi 112,83 per
euro pada 7:53 di London dari 112,51 di New York kemarin. Mata uang Jepang turun 0,6 persen menjadi 63,89 per dolar Selandia Baru. Euro berada pada $ 1,3787 dari $ 1,3773, setelah jatuh ke $ 1,3736, terlemah sejak 27 Oktober.
Dolar Taiwan naik 1,5 persen menjadi NT $ 30,168 versus dollar.
LCH Clearnet Ltd, perusahaan kliring pendapatan tetap kedua terbesar di dunia mengatakan akan meningkatkan pembayaran
margin untuk pelanggan perdagangan obligasi pemerintah Irlandia. Langkah itu diambil karena dana talangan bank Irlandia telah membuat beban utang nasional meningkat.
Bank of England mengatakan
inflasi akan turun kembali ke target 2 persen saat rilis pukul 17.30 WIB sore hari ini. GBPUSD meningkat menjadi 1.6070 dan GBPJPY menguat ke 132.00.
Sumber
Bloomberg.com
bank sentral diseluruh dunia akan mengikuti China dan Taiwan dalam menerapkan kontrol modal untuk mengekang arus masuk karena tindakan Amerika memompa uang untuk ekonominya.Kemarin Cina sudah memaksa bank-bank lokal menahan pertukaran valas tingkat tinggi, dan Taiwan mengatakan akan membatasi investasi luar negeri di pulau itu yang akan menimbulkan utang dan terciptanya pasar uang."Ada kekhawatiran di negara berkembang akan masuk hot money yang sangat besar"kata Mitul Kotecha, kepala analis mata uang global di Credit Agricole CIB di Hong Kong. "Akan sulit dikendalikan".
Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa ekonomi Asia mungkin perlu mengambil langkah-langkah yang diperlukan karena pelonggaran moneter di AS mengancam pasar dengan terciptanya gelembung aset.
Dolar Singapura jatuh 0,3 persen menjadi S $ 1,2872 terhadap dollar Amerika pukul 4:56 sore di Singapura, baht Thailand turun 0,2 persen menjadi 29,58 dan rupee India turun 0,1 persen menjadi 44,30.
Komisi Pengawas Keuangan Taiwan sudah mematok "hanya" 30% dari dana global saja yang bisa masuk ke Taiwan. Korea Selatan juga merasa perlu untuk mendinginkan arus masuk modal asing yang berlebihan ke dalam pasar saham untuk melindungi sistem keuangan, kata pejabat bank sentral Korea 4 November lalu.Federasi Industri Thailand meminta pemerintah lokal untuk melakukan intervensi penguatan Baht yang berlebihan akhir-akhir ini, yaitu pada level 29,46 hari ini.
"Bisnis operator tidak dapat menyesuaikan diri karena baht bergerak terlalu berlebihan," kata Payungsak Chartsutipol, ketua kelompok, di Bangkok hari ini. "Kami ingin pemerintah untuk menerapkan tindakan yang lebih keras, seperti pajak pada arus masuk jangka pendek."
Kekhawatiran bahwa pelonggaran kuantitatif oleh AS akan mengakibatkan lonjakan arus modal untuk pasar negara berkembang telah berlebihan,menurut pernyataan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick.
Beberapa keprihatinan telah dilebih-lebihkan," kata Zoellick dalam sebuah wawancara televisi Bloomberg di Singapura hari ini. "Bahkan jika Anda tidak memiliki pelonggaran kuantitatif, selama Anda memiliki tingkat pertumbuhan yang berbeda anda akan melihat aliran modal yamh cukup membantu".
Dana Moneter Internasional memprediksikan pada 6 Oktober lalu bahwa ekonomi negara berkembang Asia akan mencapai 9,4 persen pada tahun 2010, melampaui laju 2,7 persen di negara-negara maju.
Pertemuan G20
Won Korea Selatan naik setelah investor luar negeri menambah kepemilikan saham menjelang pertemuan G20 dimulai di Seoul besok.Won menguat 0,3 persen menjadi 1,110.26 per dolar, membalikkan kerugian sebanyak 0,5 persen, setelah Bank Rakyat China menetapkan tarif referensi yuan 0,2 persen lebih kuat pada rekor 6,6450.
Trade
Balance Cina saat diumumkan hari ini mencapai $27 milyar untuk bulan Oktober.Di tempat lain, Taiwan dolar naik 0,1 persen menjadi NT $ 30,600 dan rupiah Indonesia menguat 0,2 persen menjadi 8.893. Peso Filipina di 43.37.
Yen melemah terhadap mata uang yang lebih tinggi nilainya karena laporan yang menunjukkan pemulihan kawasan Asia-Pasifik sudah mendapat momentum.Mata uang Jepang turun versus 15 dari 16 mata uang utama setelah China melaporkan surplus perdagangan lebih besar dari perkiraan dan data Filipina menunjukkan ekspor naik dengan kecepatan diatas rekor. "Pertumbuhan ekonomi Asia masih terlihat agak kuat," kata Yoh Nihei, manajer sekuritas di Tokai Tokyo Securities Co.
Yen melemah menjadi 112,83 per
euro pada 7:53 di London dari 112,51 di New York kemarin. Mata uang Jepang turun 0,6 persen menjadi 63,89 per dolar Selandia Baru. Euro berada pada $ 1,3787 dari $ 1,3773, setelah jatuh ke $ 1,3736, terlemah sejak 27 Oktober.Dolar Taiwan naik 1,5 persen menjadi NT $ 30,168 versus dollar.
LCH Clearnet Ltd, perusahaan kliring pendapatan tetap kedua terbesar di dunia mengatakan akan meningkatkan pembayaran
margin untuk pelanggan perdagangan obligasi pemerintah Irlandia. Langkah itu diambil karena dana talangan bank Irlandia telah membuat beban utang nasional meningkat.Bank of England mengatakan
inflasi akan turun kembali ke target 2 persen saat rilis pukul 17.30 WIB sore hari ini. GBPUSD meningkat menjadi 1.6070 dan GBPJPY menguat ke 132.00.Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















