Harga pangan dunia naik pada bulan Juni dimana komponen yang mengalami kenaikan adalah gula dan susu, menambah tekanan
inflasi yang telah mendorong bank-
bank sentral di seluruh dunia untuk menaikkan suku bunga.Indeks dari 55 komoditas pangan naik menjadi 234 poin dari 231 poin pada Mei, menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mengatakan dalam sebuah laporan di situsnya hari ini. Indeks naik ke level tertinggi sepanjang masa dari 238 di bulan Februari.
Makanan akan tetap mahal dalam beberapa tahun mendatang dan perubahan harga akan bertahan untuk "waktu yang lama," kata Jose Graziano da Silva, direktur jenderal terpilih FAO pada 27 Juni. Harga makanan pokok termasuk jagung akan mencapai dua kali lipat dalam dua dekade, berdasar data Oxfam International pada bulan Mei.
"Pertanyaan tentang bagaimana untuk memenuhi kebutuhan pangan ditengah populasi penduduk yang berkembang dengan selera yang lebih canggih dan modus yang semakin terpadu dimana konsumsi masyarakat akan jadi lebih tinggi"kata Veronique Riches-analis Flores dan Loic de Galzain di Societe Generale SA menulis dalam laporan kemarin.
Output makanan Dunia akan naik 70 persen pada tahun 2050 karena populasi global akan naik ke 9,2 miliar dari 6,9 miliar pada tahun 2010, menurut perkiraan FAO.
Output Pertanian
Pertumbuhan output pertanian akan turun hingga tahun 2020, dibandingkan dengan 2,6 persen pada dekade sebelumnya,berdasar data FAO dan OECD dalam sebuah laporan bulan lalu.
Indeks gula FAO melonjak 15 persen menjadi 358 poin, karena produksi di Brasil, produsen gula dunia terbesar dunia, diperkirakan jatuh di bawah tingkat tahun lalu, kata FAO. Indeks susu naik menjadi 232 poin dari 231 poin. "Tingkat Berbahaya" harga pangan telah mendorong sekitar 44 juta orang ke dalam kemiskinan sejak Juni, kata Presiden Bank Dunia Robert Zoellick mengatakan pada bulan Februari. Sebanyak 10 juta lainnya mungkin bergabung dengan mereka dimana indeks pangan PBB meningkat lagi 10 persen, kata Bank Dunia 16 April lalu. Jumlah orang kelaparan di dunia menurun tahun lalu menjadi 925 juta dari lebih dari 1 miliar pada 2009, menurut FAO.
Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga pada tanggal 7 April, bergabung dengan negara-negara dari Cina ke Swedia yang meningkatkan suku bunga tahun ini dalam upaya untuk mengendalikan inflasi, terutama melonjaknya biaya makanan di Mesir, di mana kenaikan harga pangan membantu memicu protes yang menyebabkan penggulingan Presiden Hosni Mubarak bulan Februari lalu.
Impor Makanan
Mesir akan menghabiskan $1,29 trilyun untuk mengimpor pangan tahun ini, lebih tinggi 21 persen dibandingkan tahun 2010, perkiraan FAO. Harga gula mentah berjangka melonjak 14 persen di New York bulan lalu.
Harga spot AS untuk susu naik 16 persen pada bulan Juni, menurut data Departemen Pertanian AS.
Harga spot AS untuk susu naik 16 persen pada bulan Juni, menurut data Departemen Pertanian AS.Harga jagung turun 17 persen di Chicago pada bulan Juni, penurunan bulanan terbesar sejak Oktober 2008, sementara gandum merosot 21 persen, penurunan terbesar sejak Februari 1986. Kedelai berjangka turun 6 persen.
FAO, didirikan di tahun 1945 sebagai lembaga khusus PBB,dengan tujuan mengatasi kelaparan dan membantu negara berkembang meningkatkan pertanian. Mandatnya mencakup peningkatan tingkat gizi dan produktivitas pertanian.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|















