Harga minyak menguat untuk hari kedua di New York karena pemimpin Eropa membuat kemajuan dalam hal dana penyelamatan utang mereka, sedangkan data ekonomi dari Asia menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi Cina membuat permintaan untuk minyak mentah masih dominan.
Harga minyak berjangka naik 1,4 persen setelah laporan menunjukkan ekspor Jepang naik lebih dari perkiraan bulan lalu dan manufaktur Cina naik dilaju tercepat dalam lima bulan pada Oktober. Eropa mungkin menyepakati cetak biru kesepakatan untuk mengendalikan krisis utang pada pertemuan puncak 26 Oktober setelah para pemimpin kemarin mengatakan mereka akan memberikan bantuan untuk bank-bank wilayah
euro.
"Narasi adalah bahwa melemahnya permintaan di negara maju lebih dari diimbangi oleh permintaan dalam yang sedang berkembang"kata Christopher Bellew,
broker senior di Bache Jefferies Ltd di London, yang bulan lalu dengan tepat memprediksikan harga Brent tidak akan tetap di bawah $ 100 per barel. "Pertumbuhan permintaan Cina kemungkinan untuk mencegah harga jatuh lebih dalam lagi".
Minyak untuk pengiriman Desember berada di $ 87,79 per barel, naik 39 sen di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada 10:26 pagi waktu London. Harga tersebut sudah turun 4 persen tahun ini.
Minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Desember naik 52 sen, 0,5 persen menjadi $ 110,08 per barel di Futures ICE Eropa.
Ekspor Jepang naik 2,4 persen pada September dari tahun sebelumnya karena permintaan untuk mobil dan suku cadang mobil meningkat, Departemen Keuangan mengatakan di Tokyo hari ini. Perkiraan median dari 26 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg adalah untuk peningkatan 1 persen. Manufaktur China (HSBC Flash Manufacturing PMI) mencapai 51.1 atau diatas prediksi pasar yang mencapai 49.9.
OPEC akan mempertimbangkan mengubah output dalam menanggapi peningkatan produksi Libya, kata Mohammad al-Busairy, Menteri Perminyakan Kuwait kepada wartawan pada konferensi di Laut Mati di Yordania kemarin. Harga saat ini wajar untuk eksportir dan importir, kata al-Busairy. Organisasi Negara Pengekspor Minyak dijadwalkan bertemu 14 Desember di Wina.
Produksi Libya
Arab Saudi, produsen minyak terbesar OPEC, saat ini sedang mengunggu putra mahkota pengganti setelah kematian Sultan bin Abdulaziz Al Saud. China telah menaikkan pasokan minyak mentah tahun ini setelah ekspor dari Libya runtuh selama pemberontakan terhadap Muammar Qaddafi. Krisis Libya membuat OPEC meningkatkan produksi 1,5 juta barel per hari sejak bulan Juni 2011 lalu.
Perusahaan termasuk Eni SpA, investor asing terbesar Libya, dan Total SA telah kembali beroperasi karena pertempuran telah surut. Pasokan bisa rebound ke 750.000 barel per hari pada akhir tahun ini dari 430.000 barel per hari sekarang, Nuri Berruien, ketua National Oil Corp mengatakan 20 Oktober. Output 1,6 juta barel per hari bisa tercapai pada Januari mendatang.
"Pasar masih naik pada optimisme," kata Jonathan Barratt, managing direktur Komoditi Hak Guna Bangunan Jasa Pty di Sydney.Minyak mentah di New York memiliki ketahanan teknis pada $ 89,84 per barel, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Pada grafik mingguan, angka tersebut terletak pada fibonacci retracement 50 persen dari turun menjadi $ 32,40 pada Desember 2008 dari rekor tinggi pada Juli $ 147,27 tahun itu.
Sementara itu, badai Rina sudah terbentuk diatas Laut Karibia, Amerika Serikat kata Pusat Topan Nasional. Badai itu sekitar 125 mil (200 kilometer) timur laut dari Cabo, Gracias Dios di perbatasan Honduras dengan Nikaragua, dan bergerak ke utara-barat laut dengan kecepatan 7 mil per jam, pusat informasi topan mengatakan dalam sebuah website pukul 02.00 pagi waktu Miami.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|















