Harga minyak turun dari penutupan tertinggi dalam lebih dari seminggu sebelum laporan perkiraan yang menunjukkan bahwa stok minyak mentah dan bensin meningkat di AS.Harga minyak mentah berjangka turun sebanyak 0,8 persen, penurunan pertama dalam tiga hari. Sebuah laporan Departemen Energi besok mungkin akan menunjukkan persediaan minyak naik untuk pertama kalinya dalam empat minggu, menurut survei Bloomberg News. Manajer uang termasuk
hedge fund mengurangi taruhan bullish pada minyak untuk pekan yang berakhir 22 November, menurut data yang dirilis kemarin oleh ICE Futures Eropa dan
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi."Kami sudah memasang posisi beli (Buy) lebih banyak untuk instrumen Oil baru-baru ini dimana spekulan datang pada sisi Buy, ada kemungkinan akan tembus pada $92, dan saat itulah kami bersiap membuka posisi Buy (pending
order Buy Limit)"kata Michael McCarthy, seorang kepala analis pasar di CMC Markets Asia Pacific Pty di Sydney yang melihat teknis resistensi untuk minyak mentah New York di $ 102. "Ketika minyak bergerak pada tingkat harga semalam, kepentingan jangka pendek hanya mengambil keuntungan".Minyak mentah untuk pengiriman Januari turun sebanyak 74 sen menjadi $ 97,47 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile di berada di $ 97,58 pada pukul 00.35 pagi waktu Sydney. Harga kembali naik kemarin pada tanda-tanda pemulihan ekonomi di AS dan potensi gangguan pasokan di Timur Tengah, yaitu menguat sebanyak 4,1 persen menjadi $ 100,74 sebelum ditutup pada $ 98,21, tertinggi sejak 17 November. Harga naik 14 persen dari tahun lalu.
Minyak Brent untuk pengiriman Januari turun 60 sen, atau 0,6 persen menjadi $ 108,40 per barel di Futures yang berbasis di London ICE Eropa.
Kontrak patokan
premium Eropa untuk West Texas Intermediate berada di $ 10,83, dibandingkan dengan $ 10,79 kemarin dan rekor $ 27,88 pada 14 Oktober.Persediaan minyak mentah AS kemungkinan naik 1 juta barel pekan lalu, menurut median tujuh perkiraan analis dalam survei Bloomberg News. Persediaan bensin kemungkinan meningkat 1,1 juta barel, berdasarkan survei. Departemen Energi dijadwalkan untuk merilis laporannya besok di Washington.
Kuota OPEC
Organisasi Negara Pengekspor Minyak mungkin mempertahankan kuota produksi minyak pada level saat ini ketika mereka bertemu bulan depan, kata Wilson Pastor, menteri Sumber Daya Alam tak terbarukan Ekuador mengatakan kemarin. Kelompok ini dijadwalkan bertemu di Wina untuk konferensi tahunan pada 14 Desember.
Venezuela berusaha untuk mempertahankan kuota OPEC saat, Menteri Perminyakan Rafael Ramirez mengatakan kemarin. Negara-negara anggota yang memproduksi diatas kuota, harus menurunkan output mereka, katanya.
Negara-negara anggota OPEC saat ini adalah Aljazair, Angola, Ekuador, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Venezuela.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














