Hari ini harga minyak mentah dunia jatuh untuk hari kedua di New York karena Presiden Barack Obama memperingatkan bahwa utang AS bisa berkembang makin besar dan bisa menjadi kerusakan ekonomi "serius" bagi ekonomi AS, sebagai konsumen minyak mentah terbesar di dunia.
Harga minyak mentah berjangka turun setelah Obama menyerukan anggota parlemen untuk menempatkan politik samping untuk mencapai kesepakatan tentang "pendekatan seimbang" setelah Partai Republik dan Demokrat berencana menyerang satu sama lain atas gagasan peningkatan hutang baru sebesar $14,3 triliun untuk menutup hutang yang lama jatuh tempo 2 Agustus mendatang. Sebuah laporan Departemen Energi besok mungkin menunjukkan stok minyak mentah AS turun untuk minggu kedelapan, menurut survei Bloomberg.
"Ini berdampak sentimen di mana orang tiba-tiba memutuskan mereka ingin berada dalam aset aman dan minyak menjadi sorotan"kata David Lennox, seorang analis sumber daya di Fat Prophets, Sidney, yang meramalkan minyak di New York akan mencapai $115 tahun ini. "Sebuah langkah kuat akan harus didasarkan pada AS yang menunjukkan tanda-tanda lebih ke pemulihan dan terutama konsumen AS yang membutuhkan bensin".
Minyak mentah untuk pengiriman September turun sebanyak 40 sen, atau 0,4 persen, ke $ 98,80 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan berada di $ 98,85 pada 09:29 pagi waktu Singapura.
Kontrak kemarin turun 67 sen, atau 0,7 persen, ke $ 99,20, terendah sejak 21 Juli. Harga saat ini adalah 25 persen lebih tinggi dibanding tahun lalu.
Minyak Brent untuk pengiriman September turun 41 sen, atau 0,4 persen, ke $ 117,53 per barel di Futures yang berbasis di London ICE Europe.Laporan Departemen Energi mungkin akan menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 1,75 juta barel dari 351.7 juta pekan lalu, menurut median dari perkiraan delapan analis dalam survei Bloomberg News. Pasokan bensin mungkin naik 125 ribu barel, berdasarkan survei.
Obama menyalahkan kebuntuan saat ini kearah partai Republik di DPR yang bersikeras tidak ada pemotongan anggaran dan kenaikan pajak.
Bursa saham AS turun kemarin, menarik Indeks Standard & Poor 500 turun dari level tertinggi dalam 2 minggu. S & P 500 turun 0,6 persen menjadi 1337,43 pada penutupan jam 4 pagi di New York.
Dolar jatuh terhadap yen ke level terendah sejak 17 Maret karena Presiden AS Barack Obama sedang bergumul dengan hutang Amerika saat ini. USD turun ke level 77,98 ¥ sebelum diperdagangkan di 78,15 pukul 10:10 pagi di Tokyo.
Dolar turun ke level 80,14 sen Swiss, terlemah pada catatan, dari 80,61 kemarin di New York.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














