Hari ini pound melemah tergadap USD karena harga rumah Inggris jatuh paling dalam tiga bulan pada Desember.
Lloyds Banking Group Plc Halifax mengatakan bahwa harga rumah rata-rata turun 1,3 persen menjadi £ 163.435 ($ 254.000) per unit nya.
"Data Halifax tidak besar, dan sebagian besar indikator pasar perumahan sedang tidak menggembirakan"kata Steve Barrow, kepala analis Standard Bank Plc."
Sterling membuka pada catatan yang cukup padat awal pagi ini, terutama terhadap
euro, jadi saya pikir berita tersebut membuat GBP melemah".
Sterling terdepresiasi 0,3 persen menjadi $ 1,5507 pukul 11 pagi di London dan 0,3 persen lebih lemah terhadap euro pada 83,26 sen.Sebelum dirilis data perumahan, pound menguat sebanyak 0,2 persen terhadap euro.
Bank of England mungkin akan mempertahankan suku bunganya pada rekor rendah 0,5 persen dan mempertahankan ukuran rencana stimulus obligasi senilai 200 miliar pounds, menurut survei ekonom Bloomberg.
Hari ini bursa saham global turun seperti misalnya indeks berjangka AS terkait Uni Eropa yang berniat meminjam dana $43 milyar minggu ini untuk mengatasi defisit anggaran Uni Eropa. MSCI World Index turun 0,5 persen jam 6 pagi di New York, dan 500 Standard & Poor's Index berjangka turun 0,5 persen. Dollar Index naik 0,3 persen, Minyak naik sebanyak 2,2 persen setelah ditemukan kebocoran pada pipa Alaska.
Portugal, Spanyol dan Italia dijadwalkan mengadakan lelang obligasi pertama mereka tahun ini setelah negara-negara tersebut membutuhkan dana besar.Eropa Stoxx 600 Index turun 0,8 persen,Minyak naik setinggi $ 89,98 per barel sebelum diperdagangkan pada $ 88,68. Trans-Alaska Pipeline System ditutup pada 8 Januari,memaksa perusahaan termasuk BP Plc untuk menangguhkan 95 persen produksi dari daerah Slope Utara. Nilai saham BP turun 2 persen.
Tembaga turun untuk hari kelima, drop 0,8 persen di London.
Sumber
Bloomberg.com
Lloyds Banking Group Plc Halifax mengatakan bahwa harga rumah rata-rata turun 1,3 persen menjadi £ 163.435 ($ 254.000) per unit nya.
"Data Halifax tidak besar, dan sebagian besar indikator pasar perumahan sedang tidak menggembirakan"kata Steve Barrow, kepala analis Standard Bank Plc."
Sterling membuka pada catatan yang cukup padat awal pagi ini, terutama terhadap
euro, jadi saya pikir berita tersebut membuat GBP melemah".Sterling terdepresiasi 0,3 persen menjadi $ 1,5507 pukul 11 pagi di London dan 0,3 persen lebih lemah terhadap euro pada 83,26 sen.Sebelum dirilis data perumahan, pound menguat sebanyak 0,2 persen terhadap euro.
Bank of England mungkin akan mempertahankan suku bunganya pada rekor rendah 0,5 persen dan mempertahankan ukuran rencana stimulus obligasi senilai 200 miliar pounds, menurut survei ekonom Bloomberg.
Hari ini bursa saham global turun seperti misalnya indeks berjangka AS terkait Uni Eropa yang berniat meminjam dana $43 milyar minggu ini untuk mengatasi defisit anggaran Uni Eropa. MSCI World Index turun 0,5 persen jam 6 pagi di New York, dan 500 Standard & Poor's Index berjangka turun 0,5 persen. Dollar Index naik 0,3 persen, Minyak naik sebanyak 2,2 persen setelah ditemukan kebocoran pada pipa Alaska.
Portugal, Spanyol dan Italia dijadwalkan mengadakan lelang obligasi pertama mereka tahun ini setelah negara-negara tersebut membutuhkan dana besar.Eropa Stoxx 600 Index turun 0,8 persen,Minyak naik setinggi $ 89,98 per barel sebelum diperdagangkan pada $ 88,68. Trans-Alaska Pipeline System ditutup pada 8 Januari,memaksa perusahaan termasuk BP Plc untuk menangguhkan 95 persen produksi dari daerah Slope Utara. Nilai saham BP turun 2 persen.
Tembaga turun untuk hari kelima, drop 0,8 persen di London.
Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|














