Ekonomi Eropa saat ini menguat lebih dari perkiraan ekonom pada kuartal kedua seiring dengan pertumbuhan tercepat di Jerman dalam dua dekade yang menguatkan pemulihan di kawasan itu. News dari Forexfactory.com :
13.00 WIB
Nilai German Prelim GDP q/q mencapai 2,2% atau diatas prediksi pasar 1,3% dan nilai pada periode sebelumnya sebesar 0,5%.
Jerman, ekonomi terbesar di Eropa, tumbuh di kuartal di laju tercepat sejak reunifikasi. Stoxx 600 Index telah naik 10 persen sejak bulan Mei.
"Jerman merupakan dinamo ekonomi daerah
euro, mendorong ekspansi yang lebih baik dari yang diperkirakan," kata Juergen Michels, kepala daerah euro-ekonom di Citigroup Inc di London.Selain Jerman, ekonomi Perancis berkembang 0,6 persen dan pertumbuhan di Belanda naik 0,9 persen. Data kuartal kedua juga menunjukkan bahwa kawasan euro melampaui Amerika Serikat, yang tumbuh 0,6 persen, berdasarkan ukuran kantor statistik Uni Eropa.
Namun, beberapa negara euro-daerah terus berjuang. Yunani, yang terpaksa mencari bailout Uni Eropa pada bulan Mei, naik 1,5 persen, sedangkan ekonomi Spanyol tumbuh 0,2 persen.
Mata uang yang drop 10 persen terhadap dolar tahun ini telah membantu meningkatkan ekspor dengan membuat barang Eropa yang lebih kompetitif. Dana Moneter Internasional pada tanggal 8 Juli menaikkan perkiraan pertumbuhan global untuk tahun ini menjadi 4,6 persen.
Ekonomi AS, terbesar di dunia, mungkin akan naik 3,3 persen tahun ini, menurut IMF. Impor Eropa meningkat 4,3 persen pada Juni dari bulan sebelumnya, menurut laporan perdagangan hari ini. Defisit perdagangan menyempit menjadi 1,6 miliar euro dari 2,7 milyar euro. Dalam lima bulan sampai Mei, ekspor ke AS naik 10 persen dari tahun sebelumnya, sementara pengiriman ke China melompat 43 persen.
Unilever,perusahaan kedua terbesar di dunia pembuat barang-barang konsumen yang berbasis di Rotterdam, pada 5 Agustus melaporkan pertumbuhan pendapatan kuartal kedua dibawah analis pasar.
Minggu lalu ECB mempertahankan suku bunga bunga acuan pada rekor rendah dari 1 persen untuk mendukung pemulihan. Presiden ECB Jean-Claude Trichet mengatakan pada hari itu bahwa semester kedua tahun ini mungkin akan "jauh lebih ringan" dibanding kuartal kedua.
"Kita tidak boleh puas dalam hal apapun," kata Trichet. "Kami menganggap bahwa kuartal kedua dan mungkin juga kuartal ketiga kemungkinan besar akan lebih baik dari yang diharapkan.
Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















