
Euro masih berpeluang melemah hari ini sebelum laporan kepercayaan investor Jerman jatuh ke terendah dalam tiga tahun karena krisis utang Eropa mengancam untuk mengekang pertumbuhan ekonomi.Euro juga melemah terhadap 12 dari 16 mitra valas utama dunia karena Spanyol sedang bersedia untuk menjual obligasi senilai € 4 miliar (($ 5,4 miliar) obligasi pada 17 November setelah biaya pinjaman Italia melonjak ke level tertinggi sejak 1997 dalam penjualan obligasi kemarin. Dollar Australia menurun saat pertemuan
bank sentral hari ini."Sebuah krisis di bulan November, tapi mungkin adalah bahwa kita mendapatkan hasil yang lebih lemah pada survei ZEW dan itu hanya menambah sentimen miskin di Eropa," kata Besa Deda, kepala ekonom di St George Bank Ltd di Sydney. "Dalam jangka pendek Anda harus mengingat bahwa
bearish euro akibat krisis utang masih terus berlanjut dan tetapnya
resiko penurunan".Euro diperdagangkan pada $ 1,3623 pada pukul 08:46 pagi di Tokyo dari $ 1,3633 di New York kemarin, dan sudah turun 0,9 persen. Mata uang euro mencapai ¥ 105,01 setelah turun 1 persen menjadi 105,07 kemarin. Dolar sedikit berubah pada 77,09 ¥. Mata uang Australia berada di $ 1,0203 dari $ 1,0205.
Pusat ZEW untuk Penelitian Ekonomi Eropa di Mannheim, Jerman, akan mengatakan hari ini indeks ekspektasi investor dan analis, yang bertujuan untuk memprediksi perkembangan enam bulan kedepan, diprediksikan akan menurun ke minus 52,5 bulan ini dari minus 48,3 pada Oktober, menurut ekonom yang disurvei oleh Bloomberg News. Itu akan menjadi terendah sejak November 2008.
Kuartal ketiga pertumbuhan tahunan di zona euro melambat menjadi 1,4 persen dari 1,6 persen pada periode sebelumnya, menurut prediksi ekonom dalam jajak pendapat terpisah sebelum perkiraan kantor statistik Uni Eropa rilis data hari ini.
Lelang obligasi Spanyol
"Sementara data ekonomi dapat menimbulkan beberapa risiko terhadap euro, perkembangan di pasar utang Eropa akan menurunkan sentimen", tulis Ray Attrill, kepala analis valas BNP Paribas SA di New York, dalam sebuah catatan kepada klien hari ini.
Spanyol dijadwalkan akan menjual obligasi jatuh tempo 12 bulan dan 18 bulan hari, sebelum menawarkan obligasi jatuh tempo pada 17 November 2022.
Depkeu Italia sudah melelang obligasi senilai 3 miliar euro jatuh tempo September 2016 kemarin, target maksimal.
Euro telah turun 1 persen selama enam bulan terakhir dan Dolar telah naik 2,6 persen, menurut data Bloomberg Correlation-Weighted Indexes.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














