
Euro jatuh untuk hari ketiga terhadap dolar pada spekulasi
Bank Sentral Eropa akan lebih berhati-hati lagi (lebih lambat untuk memikirkan) untuk menaikan suku bunga pada pertemuan besok. Yen melemah versus USD sebelum Bank of Japan menetapkan kebijakan moneter minggu ini di tengah harapan akan mengambil langkah-langkah untuk melawan kekuatan mata uang. Dolar Selandia Baru juga mengalami penurunan untuk hari ketiga terhadap mata uang AS setelah Fonterra Cooperative Group Ltd mengatakan harga seluruh susu bubuk mengalami penurunan dalam delapan bulan terakhir."Ini bukan waktu untuk membeli euro"kata Junichi Ishikawa, analis pasar di IG Markets Securities Ltd "ECB akan sulit untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut ketika pasar sedang sensitif terhadap risiko penurunan dalam ekonomi AS. "
Euro jatuh ke $ 1,4192 pada pukul 09:51 di Tokyo dari $ 1,4203 di New York kemarin. Euro mencapai ¥ 109,67 dari 109,58 ¥. Dolar naik 0,6 persen menjadi 76,71 sen setelah mencapai terendah sepanjang waktu pada 76,10 sen hari sebelumnya. Yen turun menjadi 77,28 per dolar dari 77,15.
ECB diproyeksikan untuk merilis suku bunganya tetap pada 1,5 persen besok, berdasarkan survei Bloomberg terhadap para ekonom. Trader forex bertaruh ECB akan meningkatkan suku bunganya sebesar 20 basis poin dalam 12 bulan ke depan, turun dari perkiraan untuk 83 basis poin pada tanggal 5 Juli, menurut indeks Credit Suisse Group AG.
Pertemuan BOJ
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan, Gubernur Bank of Japan Masaaki Shirakawa dan pejabat lainnya akan mengadakan pertemuan hari ini untuk membahas nilai tukar yen terhadap dollar, menurut surat kabar Mainichi. Yen naik ke 76,30 terhadap dolar pada 1 Agustus, terkuat sejak rekor pascaperang 76,25 pada 17 Maret.
Lima dari 14 ekonom yang disurvei Bloomberg News mengatakan BOJ akan meningkatkan stimulus moneter pada pertemuan 4 - 5 Agustus. Dolar menguat terhadap 16 mitra valas lainnya karena spekulasi perekonomian global kehilangan momentum mendorong permintaan untuk mata uang sebagai tempat berlindung.
Order pabrik di Jerman, ekonomi terbesar Eropa, turun 0,5 persen pada Juni dari Mei, penurunan pertama dalam tiga bulan, menurut perkiraan ekonom sebelum laporan Kementerian Perekonomian besok.Perusahaan di AS menambah 100.000 pekerja bulan lalu setelah kenaikan 157.000 di bulan Juni, jelang data ADP Employer Services hari ini.
"Sebelumnya, orang menjual dolar karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi di AS, tapi sekarang masalah yang tidak terbatas pada AS," kata Tsunemasa Tsukada, kepala manajer valas dan produk keuangan lain Mitsubishi UFJ Trust & Banking Corp, Tokyo. "Orang melihat kesempatan yang lebih tinggi dari koreksi aset-aset berisiko, memacu permintaan" untuk mata uang perlindungan seperti dolar.
Dolar Selandia Baru, dikenal sebagai kiwi, melemeah terhadap yen, karena harga susu jatuh. Susu bubuk untuk pengiriman Oktober mencapai $ 3.477 per metrik ton dari $ 3.474 dalam dua minggu sebelumnya, yang merupakan terendah sejak 16 November, menurut lelang GlobalDairyTrade Auckland, anak perusahaan Fonterra. Harga sudah merosot 30 persen sejak mencapai rekor $ 4958 per ton pada bulan Maret.
Kiwi jatuh ke 86,26 sen AS dari 86,65 sen kemarin. NZD turun menjadi 66,70 ¥ dari ¥ 66,85.
U. S. Credit Rating
Permintaan dolar kembali melemah setelah Moody Investors Service mengatakan peringkat kredit AS mungkin dipotong untuk pertama kalinya. Fitch Ratings mengatakan AS sedang dikaji sebagai beban utang negara yang amat tinggi dengan kecepatan yang tidak konsisten.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














