Ekonomi Australia mendapat julukan "tumbuh kokoh" dan belanja modal bisnis diperkirakan akan meningkat 32 persen menjadi A$ 158 miliar ($161 miliar) tahun ini, kata Bendahara Keuangan Negara Wayne Swan.
"Belanja itu, meskipun terkait pada produktivitas sekarang, akan meningkatkan kapasitas perekonomian kita yang saat ini sedang turun"kata Swan dalam catatan mingguan ekonominya. Bendahara Ausi juga merilis komentar publik terkait kerugian akibat pajak, yang katanya bisa mendorong investasi dalam bisnis".
Ekonomi Ausi tumbuh 1 persen pada kuartal ketiga, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Bank Sentral sudah memangkas suku bunga acuan pada 6 Desember untuk kedua kalinya karena situasi tak menentu Eropa akibat krisis utang.
Potongan suku bunga menandai pelonggaran pertama berturut-turut RBA sejak kedalaman dari krisis keuangan dunia pada tahun 2009 dan mencerminkan memburuknya pandangan global yang membebani ekspor Australia.
"Tidak ada keraguan ketidakstabilan global memukul ekonomi kita dan anggaran kami," kata Swan. "Para pemimpin Eropa membuat kemajuan selama seminggu pada mengatasi krisis utang negara, tetapi jelas dunia sekarang ingin melihat pembicaraan beralih ke dalam tindakan. Komunitas global dan pasar keuangan internasional perlu melihat rincian lengkap dan pelaksanaan rencana cepat dari Eropa".
Swan mengatakan pemerintah bermaksud untuk meningkatkan produktivitas di Australia, yang telah menurun.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|















