Ekonomi Australia naik lebih dari perkiraan ekonom pada kuartal terakhir tahun ini, didorong oleh belanja konsumen dan pertambangan. Mata uang lokal naik.
Kuartal ketiga
produk domestik bruto naik 1 persen dari tiga bulan sebelumnya, dan data pada kuartal kedua mencapai 1,4% saat direvisi, menurut laporan Biro Statistik Ausi yang dirilis di Sydney hari ini. Nilai tersebut diatas prediksi analis pasar yang mencapai 0,8%.
Laporan ini mencakup periode sebelum krisis utang Eropa dimana permintaan Asia untuk komoditas yang kemarin diminta Gubernur Reserve Bank Glenn Stevens untuk melakukan pemotongan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2009 untuk menopang permintaan domestik. Proyek sumber daya minyak Ausi mencapai AA $ 456 miliar ($465 miliar) sudah dipenuhi BHP Billiton Ltd (BHP) untuk mendorong sektor manufaktur ditengah lambatnya belanja konsumen Ausi.
"Masih ada driver yang sangat kuat dari pertumbuhan dari belanja modal, dan sektor rumah tangga masih meningkat" kata Tony Morriss, kepala penelitian suku bunga Australia & New Zealand Banking Group Ltd (ANZ) di Sydney dalam wawancara.
Dolar Australia menguat setelah laporan tersebut, mencapai $ 1,0275 pada pukul 11.41 siang di Sydney dari $ 1,0243 sebelum data dirilis.
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ekonomi tumbuh 2,5 persen pada kuartal ketiga, laporan hari ini menunjukkan. Para ekonom memperkirakan kenaikan dari tahun ke tahun mencapai 1,9 persen.
Konsumen & Konstruksi
Pengeluaran rumah tangga naik 1,2 persen pada kuartal ketiga, menambah 0,7 poin persentase pertumbuhan PDB, laporan hari ini menunjukkan. Sektor non konstruksi mencapai 24,4 persen, menambah 1,5 poin pertumbuhan, laporan menunjukkan. Mesin dan peralatan canggih mencapai 6,4 persen, menambahkan 0,4 titik untuk ekspansi.
Laporan ini juga menunjukkan pengeluaran pemerintah turun 1,2 persen, mengurangi 0,2 poin dari pertumbuhan PDB. Impor naik 4,3 persen, mengurangi 1 poin, sementara pertambangan naik 3,7 persen, menambahkan 0,3 poin, berdasarkan data. Rasio tabungan rumah tangga naik menjadi 10,1 persen dalam tiga bulan hingga September dari 9,1 persen pada kuartal kedua, laporan hari ini menunjukkan.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|















