Dolar menguat terhadap semua mitra valas utama karena Uni Eropa saat ini sedang berjuang untuk membendung krisis utang daerah, memacu permintaan untuk mata uang cadangan dunia yaitu dollar.
Euro merosot kelevel tiga minggu yang rendah versus yen setelah kekalahan partai asal dari Kanselir Jerman Angela Merkel terkait ketidakpercayaan masyarakat Jerman terhadap Merkel dalam mengatasi krisis utang Uni Eropa."Ekonomi AS lesu, perhatian utang Eropa tidak akan cepat mereda, sehingga sentimen pasar tidak akan pulih untuk waktu yang sangat lama," kata Alex Sinton, senior
dealer di ANZ National Bank Ltd di Auckland.
dealer di ANZ National Bank Ltd di Auckland.Dolar naik ke $ 1,4137 per euro, tertinggi sejak 11 Agustus, sebelum diperdagangkan di $ 1,4147 pada pukul 09:45 di Tokyo dari $ 1,4205 di New York pada 2 September. USD mencapai ¥ 76,86 dari 76,80. Franc Swiss atau CHF menguat ke 1,1181 per euro dari 1,1201. Euro merosot 0,3 persen menjadi 108,74 ¥ setelah menyentuh 108,68, level yang tidak terlihat sejak 12 Agustus.
MSCI Asia Pacific Index saham regional merosot 1,4 persen hari ini. Indeks Standard & Poor 500 dan Eropa Stoxx 600 Index turun lebih dari 2 persen pada 2 September.
Kekalahan Merkel
Partai Sosial Demokrat, partai oposisi utama Jerman, mendapat 36,1 persen untuk memenangkan pemilu kemarin di Mecklenburg-Vorpommern, sementara partai yang mendukung Merkel : Uni Demokratik Kristen hanya mendapat 23,3 persen, berdasar data TV ZDF.
Hasil di negara bagian timur di mana distrik pemilihan Merkel terletak berarti koalisi nasional itu telah dikalahkan atau hilang suara di semua enam daerah pemilihan di Jerman sejauh tahun ini karena pemilih menolak tawarannya untuk mencegah perpisahan euro dimana Jerman juga harus membayar semua utang di zona euro. Pengadilan atas konstitusi Jerman akan memerintah pada 7 September dalam tiga kasus menantang partisipasi negara Jerman dalam bailout untuk Yunani dan dana penyelamatan kawasan euro.
"Merkel dengan partai CDU nya dihajar dirumahnya sendiri, menambah arti bahwa oposisi untuk setiap solusi untuk krisis makin tumbuh"kata Sebastien Galy, analis valas dan forex senior di Societe Generale SA di London, menulis dalam sebuah catatan e-mail .
Tingkat Outlook
Presiden
Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet dijadwalkan untuk berbicara di Paris hari ini sebelum pertemuan kebijakan ECB pada 8 September. Sebanyak 57 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga sebesar 26 basis poin selama 12 bulan ke depan, menurut data indeks Credit Suisse Group AG berdasarkan
swap. Suku bunga Uni Eropa saat ini adalah 1,5%.
Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet dijadwalkan untuk berbicara di Paris hari ini sebelum pertemuan kebijakan ECB pada 8 September. Sebanyak 57 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga sebesar 26 basis poin selama 12 bulan ke depan, menurut data indeks Credit Suisse Group AG berdasarkan
swap. Suku bunga Uni Eropa saat ini adalah 1,5%."Jika ECB menghilangkan efek pengetatan, itu akan membuat euro menguat"kata Sinton, analis valas ANZ."Anda akan melihat euro bergerak turun ke area $ 1,4010."
Lembaga non-manufaktur indeks Supply Management AS jatuh ke 51 bulan lalu, terendah sejak Januari 2010, dari 52,7 pada bulan Juli, menurut perkiraan median ekonom dalam survei Bloomberg News sebelum rilis data tersebut pada 6 September.
Data Departemen Tenaga Kerja pada 2 September menunjukkan bahwa payrolls AS tidak berubah pada bulan Agustus, adalah data terlemah sejak September 2010. Para ekonom telah memperkirakan kenaikan sebesar 68.000.
"Pasar telah pesimis saat ini"kata Robert Rennie, kepala analis valas di Sydney pada Westpac Banking Corp, bank kredit terbesar kedua di Australia. "Perkembangan di Eropa membenarkan krisis global lebih lanjut".
Presiden Barack Obama berencana untuk memberikan pidato dalam sesi gabungan Kongres pada 8 September untuk mengusulkan langkah-langkah ekonomi, termasuk keringanan pajak untuk memacu perekrutan tenaga kerja dan dukungan terhadap infrastruktur.
Yen melemah selama dua minggu terakhir terhadap dolar setelah Menteri Keuangan Jepang Juni Azumi mengatakan kemarin bahwa pemerintah siap untuk mengambil tindakan tegas terhadap spekulan yang bergerak spekulatif di pasar valuta asing.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














