Hari ini Dolar diperdagangkan mendekati tingkat terendah dalam 15 tahun terhadap yen sebelum pidato Ketua Federal Reserve Ben S. Bernanke yang memberikan indikasi apakah
bank sentral akan memudahkan kebijakan moneter lebih lanjut atau tidak.Yen menguat terhadap 16 mata uang aktif dunia terkait penurunan saham di seluruh dunia yang juga disebabkan oleh penyitaan rumah mendorong permintaan terhadap mata uang Jepang sebagai tempat perlindungan. Dolar mendekati tingkat terendah terhadap
euro sejak Januari. Dalam pertemuan menit Fed, ada sebuah indikasi bahwa Fed akan memompa lebih banyak uang ke dalam perekonomian."Fokus jelas pada pidato Bernanke, yang akan erat diteliti untuk petunjuk tentang alat dan ukuran pelonggaran kuantitatif," kata Stephan Maier, analis valuta asing di UniCredit SpA di Milan. "Harapan pelonggaran moneter lebih lanjut akan berdampak sejak rilis dari Fed menit nanti.
Dolar melemah 0,4 persen menjadi 81,19 ¥ jam 9:46 di London dari 81,48 kemarin, ketika menyentuh 80,89, terendah sejak April 1995. Mata uang yen sudah menguat dalam empat minggu berturut-turut terhadap dollar. Dollar melemah kelevel $ 1,4104 per euro dari $ 1,4084 di New York kemarin setelah penguatan sebelumnya ke $ 1,4009. Mencapai $ 1,4122 kemarin, terlemah sejak 26 Januari. Euro melemah terhadap yen menjadi 114,49 ¥ dari ¥ 114,76.
Bernanke akan berbicara hari ini di konferensi Fed Boston. Pertemuan tersebut akan berlangsung pada pukul 19.15 WIB dan para analis akan berkomentar tentang isi pidato beliau.
Dalam wacana di bloomberg.com, kenaikan yen mungkin "akan berakhir" karena para investor merasa yakin dengan putaran lain pelonggaran moneter oleh Federal Reserve, kata mantan pejabat BoJ.
"Pasar merasa bingung dengan keputusan Fed, terutama di bulan November mendatang"kata Makoto Utsumi, 76, yang memimpin kebijakan mata uang Jepang 1989-1991. Kelompok negara
G7 merasa tidak yakin dengan menguatnya mata uang mereka selain dollar akan memperbaiki nilai ekspor mereka. Pertemuan G20 akan bertemu di Korea Selatan minggu depan. "Tidak ada alasan mendasar untuk yen untuk terus menguat"kata Utsumi, yang melakukan intervensi mata uang Jepang setelah penandatanganan Plaza Accord pada tahun 1985. Pelemahan yen dapat berlangsung secara tiba-tiba.Ekspektasi Fed
Pada tahun 2009 lalu, Fed sudah membeli $300 milyar treasury.Sementara itu, Bank of Japan pekan lalu berjanji untuk mempertahankan suku bunga acuan di "hampir nol" sampai deflasi di Jepang berakhir.Utsumi, sekarang presiden Japan Credit Rating Agency Ltd, mengatakan kenaikan yen uga mungkin terbatas karena suku bunga Jepang telah lebih rendah dibandingkan dengan negara besar lainnya, dan juga utang publik tinggi, mendekati dua kali lipat ukuran
produk domestik bruto Jepang. Dia mengatakan ekonomi Jepang tumbuh lebih lambat dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Eropa. Perdana Menteri Jepang Naoto Kan minggu ini mendesak Cina dan Korea Selatan untuk menghentikan mencegah nilai tukar mata uang masing-masing dari kenaikan.
Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|














