Dolar menguat,dan obligasi (US Treasuries) juga naik sebelum Presiden Barack Obama dan Ketua Federal Reserve Ben S. Bernanke berbicara tentang perekonomian AS. Emas naik dan mata uang Australia melemah setelah pengangguran secara tak terduga meningkat.Dolar menguat 0,2 persen versus
euro dan rally 0,4 persen terhadap dolar Australia pada pukul 10:50 pagi di London. Standard & Poor 500 Index berjangka naik 0,3 persen setelah sebelumnya mengalami penurunan sebanyak 0,6 persen. Stoxx Eropa 600 Indeks naik 0,9 persen, sedangkan MSCI Emerging Markets Index menguat 0,2 persen. Emas naik 0,8 persen.
euro dan rally 0,4 persen terhadap dolar Australia pada pukul 10:50 pagi di London. Standard & Poor 500 Index berjangka naik 0,3 persen setelah sebelumnya mengalami penurunan sebanyak 0,6 persen. Stoxx Eropa 600 Indeks naik 0,9 persen, sedangkan MSCI Emerging Markets Index menguat 0,2 persen. Emas naik 0,8 persen.Obama akan menyampaikan pidato didepan Kongres hari ini dengan rencana stimulus $300 milyar yang mencakup pemotongan pajak, belanja infrastruktur dan bantuan langsung kepada pemerintah negara bagian dan lokal. Bernanke akan membahas prospek ekonomi AS. Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan menurunkan perkiraan pertumbuhan untuk Amerika Serikat dan Jepang dan mengatakan
bank sentral harus siap untuk memudahkan kebijakan moneter jika ekonomi AS makin melemah. Bank sentral atau pembuat kebijakan dari wilayah euro ke Inggris diperkirakan akan bergabung dengan Korea Selatan dan pusat perbankan Indonesia dalam menjaga suku bunga tidak berubah hari ini.
bank sentral harus siap untuk memudahkan kebijakan moneter jika ekonomi AS makin melemah. Bank sentral atau pembuat kebijakan dari wilayah euro ke Inggris diperkirakan akan bergabung dengan Korea Selatan dan pusat perbankan Indonesia dalam menjaga suku bunga tidak berubah hari ini."Semakin kita takut bahwa para pembuat kebijakan berada di luar amunisi, semakin kita mencari batu yang aman untuk menyembunyikan uang di bawah," kata Kit Juckes, kepala riset valas di Societe Generale SA di London, dalam sebuah laporan. "Kami memeras semua pelonggaran tersedia untuk mendukung ekonomi global yang terus berkinerja buruk."
Ekonomi AS
Diprediksikan ekonomi AS kan tumbuh 1,1 persen pada kuartal ketiga dan 0,4 persen pada keempat, bukan 2,9 persen dan 3 persen diperkirakan pada Mei, OECD mengatakan hari ini. Ekonomi Jepang diprediksikan akan naik 4,1 persen pada kuartal ketiga sebelum melambat pada periode sebelumnya. Ekonomi Uni Eropa diprediksikan akan naik 1,4 persen dan kemudian menyusut 0,4 persen.
Dolar diperdagangkan pada $ 1,40691 versus euro. Presiden Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet mungkin akan menolak panggilan untuk memotong suku bunga acuan dan dapat memilih bukan untuk meningkatkan pasokan uang tunai untuk bank-bank di zona euro.
Fed sedang mempertimbangkan tiga langkah konvensional untuk meningkatkan perekonomian sebelum pertemuan dua hari bulan ini, Wall Street Journal melaporkan, tanpa mengutip pernyataan siapapun. ECB akan mempertahankan suku bunga refinancing utama di 1,5 persen sementara Bank of England akan mempertahankan suku bunga sebesar 0,5% menurut semua 57 ekonom dalam dua survei Bloomberg News.
S & P 500 Indeks saham AS menguat tertinggi dalam dua minggu kemarin di tengah spekulasi rencana Obama akan merangsang pertumbuhan dan membantu pengangguran turun dari 9,1 persen lebih dari dua tahun setelah resesi resmi berakhir. Fed mengatakan dalam survei Beige Book yang dirilis kemarin ekonomi tumbuh pada kecepatan yang lebih lambat di beberapa wilayah negara.
Lebih dari lima saham menguat untuk setiap satu yang jatuh di Stoxx 600 yang naik 3,1 persen kemarin.
Dolar Australia jatuh terhadap 14 mitra valas setelah biro statistik mengatakan jumlah orang yang dipekerjakan menurun sebesar 9.700, mengikuti penurunan 4.100 direvisi pada Juli. Krone Norwegia naik 0,3 persen terhadap euro, bahkan sebagai Gubernur Bank Norges Oeystein Olsen mengatakan bahwa Norwegia memiliki langkah-langkah untuk merespon mata uang menjadi terlalu kuat.
Emas rally ke $ 1.832 per ons di London, turun 4,4 persen dalam dua hari sebelumnya setelah mencapai semua waktu tinggi dari $ 1921.15 pada 6 September. Indeks GSCI Standard & Poor dari 24 komoditas jatuh untuk hari keempat dalam lima hari, turun 0,1 persen. Kapas naik sebanyak 3,1 persen ke posisi tertinggi hampir dua bulan di New York ditengah Badai Tropis Lee yang bisa merusak ladang di Selatan AS.
Minyak untuk pengiriman Oktober sedikit berubah pada $ 89,33 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menguat sebanyak 0,9 persen. Sebuah laporan Departemen Energi hari ini mungkin menunjukkan persediaan turun 2 juta barel karena output tertutup badai Lee, berdasar survei Bloomberg.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














