Dolar Australia turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari setelah sebuah laporan pemerintah menunjukkan pengusaha dinegara itu secara tak terduga memotong pekerjaan pada Desember.Yang disebut Aussie melemah terhadap 16 mitra valas utama dunia juga bersiap untuk melemah pada data 25 Januari mendatang yaitu harga konsumen yang dapat mendorong investor untuk meningkatkan taruhan pada pemotongan suku bunga dari Reserve Bank of Australia bulan depan. Dolar Selandia Baru turun dari tertinggi dalam 11 minggu setelah data menunjukkan harga konsumen secara tak terduga turun.
"Reaksi spontan adalah untuk mengambil posisi jual (Sell) lebih rendah," kata Mike Jones, analis valas Bank of New Zealand di Wellington. "Kami mungkin akan perlu melihat sejumlah peluang jelang data CPI minggu depan untuk benar-benar untuk benar-benar melihat RBA memotong suku bunga acuan".
Dolar Australia jatuh 0,4 persen menjadi $ 1,0397 pada 12:05 siang di Sydney. Itu menurun 0,5 persen menjadi 79,80 ¥. Dolar Selandia Baru turun 0,3 persen menjadi 80,23 sen AS dari kemarin di New York, ketika naik setinggi 80,82, terbesar sejak 1 November. Ini turun 0,4 persen menjadi 61,57 ¥.
Jumlah orang yang dipekerjakan di Australia turun 29.300, kata biro statistik hari ini. Yang membandingkan dengan estimasi rata-rata untuk peningkatan 10.000 dalam survei Bloomberg News dari 23 ekonom. Tingkat pengangguran adalah 5,2 persen direvisi.
Harga konsumen turun 0,3 persen dari kuartal ketiga, ketika naik 0,4 persen, kata Statistik Selandia Baru di Wellington hari ini. Estimasi median dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom adalah untuk peningkatan 0,4 persen.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














